Soal & Pembahasan Figural - Analogi
Kumpulan soal Figural - Analogi kategori TIU CPNS 2026 lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan setiap soal. Baca dulu, lalu coba latihan interaktifnya secara gratis.
Jenis transformasi: Rotasi 180° berlawanan arah jarum jam
Perhatikan: seluruh figur A (segitiga) beserta titik penandanya diputar 180° berlawanan arah jarum jam untuk menghasilkan B.
Terapkan ke C (hexagon): bentuk dan titik penandanya harus diputar 180° berlawanan arah jarum jam juga.
Yuk, cek satu per satu:
- A: bentuknya berubah jadi pentagon, padahal C adalah hexagon
- B: tidak ada rotasi yang terjadi, masih identik dengan C
- D: sudut rotasinya cuma 90° berlawanan arah jarum jam, bukan 180° seperti pola aslinya
- E: sudut rotasinya cuma 90° searah jarum jam, bukan 180° seperti pola aslinya
Jawabannya C. Bentuk dan titik penanda sudah diputar 180° berlawanan arah jarum jam, persis pola A ke B.
Jenis transformasi: Dua elemen bertukar posisi (sumbu horizontal)
Perhatikan: persegi-kecil dan titik pada A saling bertukar tempat pada B.
Terapkan ke C (segitiga-kecil dan bintang-kecil): keduanya harus saling bertukar posisi juga.
Yuk, cek satu per satu:
- A: posisi pertama benar terisi bintang-kecil, tapi posisi kedua belum benar-benar ketuker jadi segitiga-kecil : masih bintang-kecil juga. Kedua elemen harus tertukar bersamaan, bukan cuma satu yang pindah
- B: posisinya belum tertukar, masih sama seperti C
- C: posisinya sudah benar tertukar, tapi salah satu elemen berubah jadi titik, padahal seharusnya bintang-kecil
- E: tertukarnya di sumbu vertical, padahal pola aslinya di sumbu horizontal
Jawabannya D. Segitiga-kecil dan bintang-kecil sudah saling bertukar posisi, persis pola A ke B.
Jenis transformasi: Isian berubah dari solid hitam menjadi arsiran garis silang
Perhatikan: bentuk A (oktagon) yang tadinya solid hitam, isiannya berubah jadi arsiran garis silang pada B. Bentuk luarnya sendiri tidak berubah.
Terapkan ke C (segitiga, solid hitam): isiannya harus berubah jadi arsiran garis silang juga.
Yuk, cek satu per satu:
- A: bentuknya benar, tapi isiannya arsiran garis diagonal, padahal pola aslinya berubah jadi arsiran garis silang
- C: isiannya masih solid hitam, tidak ada perubahan warna/arsiran yang terjadi
- D: bentuknya benar, tapi isiannya polos (outline, tanpa isian), padahal pola aslinya berubah jadi arsiran garis silang
- E: warnanya sudah benar, tapi bentuknya berubah jadi heptagon, padahal C adalah segitiga
Jawabannya B. Bentuk tetap segitiga, isiannya sudah berubah jadi arsiran garis silang, persis pola A ke B.
Jenis transformasi: Rotasi 45° berlawanan arah jarum jam
Perhatikan: seluruh figur A (segitiga) beserta titik penandanya diputar 45° berlawanan arah jarum jam untuk menghasilkan B. Sudutnya bukan kelipatan 90°, jadi harus diukur presisi, tidak bisa dikira-kira.
Terapkan ke C (persegi): bentuk dan titik penandanya harus diputar 45° berlawanan arah jarum jam juga.
Yuk, cek satu per satu:
- A: sudut rotasinya dibulatkan ke 90° (sudut standar), padahal pola aslinya 45° (bukan kelipatan 90°)
- B: sudut rotasinya 135°, bukan 45° seperti pola aslinya
- C: bentuknya berubah jadi heptagon, padahal C adalah persegi
- E: rotasinya searah jarum jam, bukan berlawanan arah jarum jam seperti pola aslinya
Jawabannya D. Bentuk dan titik penanda sudah diputar 45° berlawanan arah jarum jam, persis pola A ke B.
Jenis transformasi: Jumlah lapisan konsentris berkurang + bentuk nambah 1 sisi
Perhatikan: segitiga pada A punya 3 lapisan sepusat. Pada B, bentuknya nambah 1 sisi menjadi persegi, dan jumlah lapisannya berkurang menjadi 2.
Terapkan ke C (persegi, 3 lapisan): bentuknya harus nambah 1 sisi menjadi pentagon, dan jumlah lapisannya harus berkurang menjadi 2.
Yuk, cek satu per satu:
- A: jumlah sisinya sudah benar (pentagon), tapi jumlah lapisannya masih 3 (tidak berkurang), padahal seharusnya jadi 2 lapisan
- B: jumlah lapisannya sudah benar (2), tapi bentuknya jadi hexagon, padahal pola aslinya cuma nambah tepat 1 sisi ke pentagon
- C: jumlah lapisannya sudah benar (2), tapi bentuknya masih persegi, padahal seharusnya nambah 1 sisi jadi pentagon
- E: jumlah sisinya sudah benar (pentagon), tapi jumlah lapisannya jadi 1, padahal pola aslinya berkurang jadi 2 lapisan
Jawabannya D. Bentuknya sudah pentagon dan jumlah lapisannya sudah berkurang jadi 2, persis pola A ke B.
Jenis transformasi: setengah bentuk diputar 90°, lalu dilengkapi jadi bentuk penuh dengan separuh baru berwarna solid hitam
Perhatikan dari A ke B: A cuma setengah bentuk (outline, separuh lainnya tidak ada sama sekali). Pada B, setengah itu sudah diputar 90°, LALU dilengkapi jadi bentuk penuh: separuh hasil pelengkapan digambar solid hitam, separuh aslinya (hasil rotasi) tetap outline.
Terapkan ke C: putar dulu 90°, baru lengkapi jadi bentuk penuh dengan separuh baru solid hitam.
Yuk, cek satu per satu:
- A: rotasi dan pelengkapannya sudah benar, tapi warnanya tertukar: bagian hasil rotasi malah jadi hitam dan bagian pelengkapnya jadi putih, padahal seharusnya sebaliknya
- B: tidak ada rotasi maupun pelengkapan yang terjadi, masih identik dengan C
- C: sudah dilengkapi jadi bentuk penuh dengan warna yang benar, tapi rotasinya 180°, bukan 90° seperti pola A ke B
- E: rotasinya sudah benar 90°, tapi belum dilengkapi jadi bentuk penuh: masih setengah outline saja, padahal seharusnya digenapi dengan separuh solid hitam
Jawabannya D. Hasil rotasi 90° yang sudah dilengkapi jadi bentuk penuh dengan warna yang benar, persis pola A ke B.
Jenis transformasi: Dua lingkaran mendekat, area overlap berubah
Perhatikan: jarak pusat dua lingkaran pada A berubah jadi lebih dekat pada B, sehingga area tumpang tindihnya membesar.
Terapkan ke C: jarak kedua lingkaran harus mendekat juga, dengan besaran perubahan yang sama.
Yuk, cek satu per satu:
- A: jaraknya masih sama seperti C, tidak ada perubahan overlap
- B: arahnya sudah benar mendekat, tapi jarak akhirnya beda dari pola A ke B
- C: jaraknya sudah benar, tapi salah satu bentuknya berubah jadi persegi, padahal C dua-duanya lingkaran
- E: kedua lingkaran malah menjauh, padahal pola aslinya mendekat
Jawabannya D. Jaraknya sudah mendekat dengan besaran yang sama seperti pola A ke B.
Jenis transformasi: Rotasi 135° berlawanan arah jarum jam + perubahan ukuran + perubahan isian (tiga lapisan sekaligus)
Perhatikan tiap lapisan satu per satu. Lapisan rotasi: seluruh figur A diputar 135° berlawanan arah jarum jam untuk menghasilkan B. Lapisan ukuran: figur ikut mengecil/membesar dengan faktor skala yang sama. Lapisan isian: gaya isi berubah dari solid hitam menjadi polos (outline).
Terapkan ke C (hexagon): ketiga lapisan itu harus diterapkan bersamaan: diputar 135° berlawanan arah jarum jam, diskalakan dengan faktor yang sama, dan isiannya diubah jadi polos (outline).
Yuk, cek satu per satu:
- A: rotasi dan isian sudah benar, tapi skala ukurannya tidak sesuai pola A ke B
- C: rotasi dan ukuran sudah benar, tapi isiannya masih solid hitam, padahal seharusnya berubah jadi polos (outline)
- D: ukuran dan isian sudah benar, tapi arah rotasinya searah jarum jam, padahal pola aslinya berlawanan arah jarum jam
- E: tidak ada satu pun dari ketiga lapisan transformasi yang diterapkan, masih identik dengan C
Jawabannya B. Satu-satunya pilihan yang benar di ketiga lapisan sekaligus: rotasi, ukuran, dan isian.
Jenis transformasi: Dua diagonal berputar berlawanan arah, tiap elemen berputar sendiri di sekitar pusatnya masing-masing
Perhatikan dari A ke B: elemen juring (pie) kiri-atas & kanan-bawah (diagonal pertama) sama-sama diputar 90° searah jarum jam (CW), sementara elemen kanan-atas & kiri-bawah (diagonal kedua) sama-sama diputar 90° berlawanan arah jarum jam (ACW): dua aturan independen pada dua diagonal yang berbeda.
Terapkan ke C: diagonal kiri-atas & kanan-bawah harus diputar 90° CW, diagonal kanan-atas & kiri-bawah harus diputar 90° ACW.
Yuk, cek satu per satu:
- A: tiga kuadran sudah benar, tapi kuadran UL arah rotasinya kebalikan dari seharusnya
- B: keempat elemen diputar CW semua, padahal seharusnya diagonal kanan-atas & kiri-bawah diputar ACW, bukan CW
- D: tidak ada satu pun elemen yang berputar, masih identik dengan C
- E: arah rotasinya tertukar: diagonal kiri-atas & kanan-bawah malah ACW, diagonal kanan-atas & kiri-bawah malah CW: kebalikan dari pola aslinya
Jawabannya C. Kedua diagonal berputar berlawanan arah sesuai pola A ke B.
Dua aturan sekaligus dari A ke B, bingkai luar tetap sama: bentuk dalam bertambah 3 sisi (segitiga → hexagon), dan titik keliling bertambah dari 1 jadi 4.
Terapkan ke C: bingkai berganti jadi lingkaran, bentuk dalam jadi hexagon, titik keliling jadi 4 tersebar merata mengelilingi bingkai.
Yuk, cek satu per satu:
- A: titiknya berjumlah 4 tapi posisinya di diagonal, bukan di posisi mata angin seperti pola aslinya
- B: bingkainya persegi, padahal C berbingkai lingkaran
- C: titik kelilingnya cuma 1, padahal seharusnya bertambah jadi 4
- D: bentuk dalamnya masih segitiga (3 sisi), padahal seharusnya bertambah jadi hexagon (6 sisi)
Jawabannya E. Satu-satunya yang benar di ketiga lapisan sekaligus: bingkai, bentuk dalam, dan jumlah/posisi titik.
