Soal & Pembahasan Figural — Pola Gambar
Kumpulan soal Figural — Pola Gambar kategori TIU CPNS 2026 lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan setiap soal. Baca dulu, lalu coba latihan interaktifnya secara gratis.
Yuk perhatikan polanya: bentuk ini berputar 30° searah jarum jam setiap langkah.
Lihat urutan sudutnya: 0° → 30° → 60° → 90°. Selisihnya selalu sama, 30°, jadi polanya konsisten dari awal sampai akhir.
Figur ke-4 sudah ada di 90°, jadi figur ke-5 tinggal dilanjutkan ke 120°.
Kenapa opsi lain kurang tepat?
- A: tidak ada rotasi tambahan, posisinya masih sama seperti figur ke-4
- B: rotasi malah lanjut berlawanan arah jarum jam, padahal pola aslinya konsisten searah jarum jam. Ini malah balik ke posisi figur ke-3
- C: sudut per langkahnya 60°, bukan 30° seperti pola aslinya
- E: sudut rotasinya sudah tepat, tapi titik penandanya hilang, padahal seharusnya tetap ada dan ikut berotasi
Jawaban: D. Sudut 120° ini pas melanjutkan pola rotasi 30° yang sudah konsisten sejak figur pertama.
Yuk lihat polanya: jumlah segitiga-kecil bertambah 1 tiap langkah.
Coba hitung jumlah elemen di tiap figur: 2, 3, 4, 5. Tiap langkah selalu nambah tepat 1 dari langkah sebelumnya.
Figur ke-4 punya 5 segitiga-kecil, jadi figur ke-5 harus punya 6 segitiga-kecil.
Kenapa opsi lain kurang tepat?
- A: jumlahnya sudah tepat, tapi elemennya berubah jadi bintang-kecil, padahal deretnya pakai segitiga-kecil
- B: jumlahnya tidak bertambah, masih sama seperti figur ke-4
- D: jumlahnya bertambah 2, melompat dua langkah sekaligus, bukan 1 per langkah
- E: jumlahnya bertambah 3, bukan 1 seperti pola aslinya
Jawaban: C. Jumlah segitiga-kecil di jawaban ini sudah bertambah 1 jadi 6, sesuai polanya.
Yuk perhatikan polanya: bentuk ini berputar 90° berlawanan arah jarum jam setiap langkah.
Lihat urutan sudutnya: 0° → 270° → 180° → 90°. Selisihnya selalu sama, 90°, jadi polanya konsisten dari awal sampai akhir.
Figur ke-4 sudah ada di 90°, jadi figur ke-5 tinggal dilanjutkan ke 0°.
Kenapa opsi lain kurang tepat?
- A: tidak ada rotasi tambahan, posisinya masih sama seperti figur ke-4
- C: sudut per langkahnya 60°, bukan 90° seperti pola aslinya
- D: rotasi malah lanjut searah jarum jam, padahal pola aslinya konsisten berlawanan arah jarum jam. Ini malah balik ke posisi figur ke-3
- E: sudut rotasinya sudah tepat, tapi titik penandanya hilang, padahal seharusnya tetap ada dan ikut berotasi
Jawaban: B. Sudut 0° ini pas melanjutkan pola rotasi 90° yang sudah konsisten sejak figur pertama.
Yuk lihat polanya: ada dua aturan yang berjalan bersamaan. Rotasi bertambah 60° berlawanan arah jarum jam tiap langkah, dan ukuran mengecil dengan rasio 0.85 tiap langkah, independen satu sama lain.
Perhatikan rotasi: 0°, 300°, 240°, 180°. Perhatikan ukuran: dikalikan 0.85 tiap langkah dari figur sebelumnya.
Langkah berikutnya: rotasi figur ke-5 harus 120°, dan ukurannya harus mengecil lagi dengan rasio 0.85 dari figur ke-4.
Kenapa opsi lain kurang tepat?
- A: rotasinya sudah tepat, tapi ukurannya tidak lanjut berubah, masih sama seperti figur ke-4
- B: ukurannya sudah tepat, tapi rotasinya tidak lanjut, masih sama seperti figur ke-4 (180°)
- C: ukurannya sudah tepat, tapi rotasi lanjut searah jarum jam, padahal pola aslinya konsisten berlawanan arah jarum jam
- D: rotasinya sudah tepat, tapi ukuran lanjut membesar, padahal pola aslinya konsisten mengecil
Jawaban: E. Rotasi dan ukuran keduanya konsisten dengan pola yang berjalan dari figur 1 sampai 4.
Yuk lihat polanya: 4 kotak digambar sisi demi sisi, figur pertama sudah punya 3 sisi tergambar, lalu bertambah 1 sisi tiap langkah, urutan tetap kiri→bawah→kanan→atas kotak demi kotak
Perhatikan jumlah sisi total yang sudah tergambar tiap figur: 3, 4, 5, 6. Setiap langkah, jumlah sisinya bertambah tepat 1, selalu melanjutkan urutan yang sama.
Langkah berikutnya: figur ke-4 punya 6 sisi, jadi figur ke-5 harus punya 7 sisi.
Kenapa opsi lain kurang tepat?
- B: bertambah 3 sisi dari figur ke-4, bukan 1 sisi seperti pola aslinya
- C: bertambah 2 sisi dari figur ke-4, bukan 1 sisi seperti pola aslinya
- D: sisi tambahan yang digambar salah urutan/salah kotak, tidak melanjutkan urutan pengisian yang sudah ditetapkan sejak figur pertama
- E: tidak ada sisi tambahan yang digambar, jumlah sisi yang terbentuk masih sama seperti figur ke-4
Jawaban: A. Jumlah sisi tambahan (1) dan urutan pengisiannya konsisten dengan pola sepanjang deret.
Yuk lihat polanya: ada dua aturan yang berjalan bersamaan. Rotasi bertambah 30° berlawanan arah jarum jam tiap langkah, dan ukuran mengecil dengan rasio 0.85 tiap langkah, independen satu sama lain.
Perhatikan rotasi: 0°, 330°, 300°, 270°. Perhatikan ukuran: dikalikan 0.85 tiap langkah dari figur sebelumnya.
Langkah berikutnya: rotasi figur ke-5 harus 240°, dan ukurannya harus mengecil lagi dengan rasio 0.85 dari figur ke-4.
Kenapa opsi lain kurang tepat?
- A: rotasinya sudah tepat, tapi ukurannya tidak lanjut berubah, masih sama seperti figur ke-4
- B: ukurannya sudah tepat, tapi rotasinya tidak lanjut, masih sama seperti figur ke-4 (90°)
- C: rotasinya sudah tepat, tapi ukuran lanjut membesar, padahal pola aslinya konsisten mengecil
- E: ukurannya sudah tepat, tapi rotasi lanjut searah jarum jam, padahal pola aslinya konsisten berlawanan arah jarum jam
Jawaban: D. Rotasi dan ukuran keduanya konsisten dengan pola yang berjalan dari figur 1 sampai 4.
Yuk lihat polanya: ada dua aturan yang berjalan bersamaan. Rotasi bertambah 30° searah jarum jam tiap langkah, dan ukuran mengecil dengan rasio 0.8 tiap langkah, independen satu sama lain.
Perhatikan rotasi: 0°, 30°, 60°, 90°. Perhatikan ukuran: dikalikan 0.8 tiap langkah dari figur sebelumnya.
Langkah berikutnya: rotasi figur ke-5 harus 120°, dan ukurannya harus mengecil lagi dengan rasio 0.8 dari figur ke-4.
Kenapa opsi lain kurang tepat?
- A: ukurannya sudah tepat, tapi rotasi lanjut berlawanan arah jarum jam, padahal pola aslinya konsisten searah jarum jam
- B: rotasinya sudah tepat, tapi ukuran lanjut membesar, padahal pola aslinya konsisten mengecil
- C: rotasinya sudah tepat, tapi ukurannya tidak lanjut berubah, masih sama seperti figur ke-4
- E: ukurannya sudah tepat, tapi rotasinya tidak lanjut, masih sama seperti figur ke-4 (90°)
Jawaban: D. Rotasi dan ukuran keduanya konsisten dengan pola yang berjalan dari figur 1 sampai 4.
Yuk lihat polanya: jumlah persegi-kecil bertambah dengan percepatan. Selisih antar-langkah sendiri bertambah 1 tiap kali (+1, +2, +3, +4), bukan selisih tetap.
Perhatikan jumlah tiap figur: 1, 2, 4, 7. Perhatikan juga selisihnya: +1, +2, +3, +4. Selisihnya sendiri makin besar tiap langkah, jangan dikira konstan.
Langkah berikutnya: selisih terakhir adalah 4, jadi selisih berikutnya harus 5, membuat figur ke-5 punya 11 persegi-kecil.
Kenapa opsi lain kurang tepat?
- A: jumlahnya tidak bertambah sama sekali, masih sama seperti figur ke-4
- B: selisihnya cuma 2, ini malah mundur ke pola percepatan yang lebih awal, bukan kelanjutan yang tepat
- C: selisihnya 5, melompat terlalu jauh. Ini bukan kelanjutan percepatan +4 yang konsisten dari pola sebelumnya
- E: ini hasil kalau selisihnya dianggap TETAP 3 (menyamakan dengan selisih langkah terakhir), padahal selisihnya sendiri terus bertambah tiap langkah
Jawaban: D. Jumlah 11 persegi-kecil adalah kelanjutan yang tepat dari pola percepatan.
Yuk lihat polanya: ada dua fase berurutan. Fase konversi (figur 1 sampai 3), lalu fase pergeseran (figur 3 dan seterusnya).
Fase konversi: figur 1 semua garis lurus → figur 2 satu garis dari salah satu ujung berubah jadi lengkung → figur 3 garis di sebelahnya juga berubah jadi lengkung, DAN lengkung yang sudah ada ikut membalik arah (satu kali saja, tidak akan membalik lagi setelah ini).
Fase pergeseran: begitu figur 3 tercapai, tidak ada konversi baru lagi. Kelima elemen bergeser satu slot siklik ke kiri tiap langkah berikutnya (figur 3 → 4 → 5).
Langkah berikutnya: susunan figur ke-4 digeser satu slot lagi ke kiri, arah lengkung tidak berubah lagi.
Kenapa opsi lain kurang tepat?
- A: kelima elemen tidak lanjut bergeser, susunannya masih sama seperti figur ke-4
- B: pergeseran ke arah kanan, padahal pola aslinya konsisten bergeser ke kiri sejak fase konversi selesai
- C: kedua lengkung membalik arah lagi, padahal pembalikan cuma terjadi SEKALI (saat lengkung kedua muncul di figur ke-3), setelah itu arah lengkung tetap sepanjang pergeseran
- E: ada garis lurus lain yang ikut berubah jadi lengkung, padahal fase konversi sudah selesai di figur ke-3. Cuma dua elemen yang jadi lengkung, tidak nambah lagi
Jawaban: D. Pergeseran satu slot ke kiri dengan arah lengkung yang tetap, konsisten dengan fase pergeseran.
Pola per baris: tiap baris, jumlah sisi bertambah 1 tiap geser satu kolom ke kanan (baris 1: 3→4→5, baris 2: 4→5→?, baris 3: 5→6→?)
Pola per kolom: tiap kolom, jumlah sisi bertambah 1 tiap turun satu baris, termasuk kolom terakhir yang punya dua sel kosong (kolom 3: 5→?→?)
Selesaikan sel kosong pertama (baris 2, kolom 3): base 3 + baris(1) + kolom(2) = 6 sisi (hexagon)
Selesaikan sel kosong kedua (baris 3, kolom 3): base 3 + baris(2) + kolom(2) = 7 sisi (heptagon), verifikasi lagi turun dari sel kosong pertama: 6 → 7, bertambah 1 sesuai pola kolom
Kenapa opsi lain kurang tepat?
- A: gambar kedua sudah benar (7 sisi), tapi gambar pertama masih 5 sisi (nilai sel sebelahnya), belum nambah 1 jadi 6
- B: kedua gambar sama-sama kurang 1 sisi dari seharusnya, seolah cuma satu sumbu (baris atau kolom) yang dihitung nambah
- C: gambar pertama sudah benar (6 sisi), tapi gambar kedua masih 6 sisi, tidak nambah 1 lagi jadi 7 sesuai pola kolom
- D: jumlah sisi kedua gambar sudah tepat, tapi orientasi poligonnya tidak konsisten dengan rotasi seragam di seluruh matriks
Jawaban: E. Pasangan 6 sisi dan 7 sisi konsisten dengan pola baris dan kolom untuk kedua sel kosong sekaligus.
