Soal & Pembahasan Numerik — Deret Angka
Kumpulan soal Numerik — Deret Angka kategori TIU CPNS 2026 lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan setiap soal. Baca dulu, lalu coba latihan interaktifnya secara gratis.
Ini adalah deret aritmatika — ciri khasnya selisih antar suku selalu sama. Coba cek satu per satu:
5-3=2,\quad 7-5=2,\quad 9-7=2,\quad 11-9=2\checkmarkBeda tetapnya d = 2, jadi setiap suku tinggal ditambah 2.
Penyelesaian:
- Identifikasi pola: selisih antar suku konstan, d = 2
- Suku berikutnya: 11 + 2 = 13
Cara Cepat: lihat selisih suku pertama ke kedua, konfirmasi di satu pasang suku lain — kalau sama, langsung tambahkan ke suku terakhir.
Verifikasi: 3, 5, 7, 9, 11, 13 — selisih selalu 2 ✅
Jawaban: B. 13
Mengapa pilihan lain salah:
- A. 12 — hasil dari 11 + 1, menggunakan d = 1 yang keliru
- C. 14 — hasil dari 11 + 3, menggunakan d = 3 yang keliru
- D. 15 — hasil dari 11 + 4, menggunakan d = 4 yang keliru
- E. 10 — angka yang sudah ada di deret (suku ke-4), bukan suku berikutnya
Cek selisih antar suku berurutan untuk identifikasi tipenya:
19-12=7,\quad 26-19=7,\quad 33-26=7\checkmarkSelisihnya konstan — ini deret aritmatika dengan beda d = 7.
Penyelesaian:
- Identifikasi pola: selisih antar suku konstan, d = 7
- Suku berikutnya: 33 + 7 = 40
Cara Cepat: hitung selisih dua suku pertama, verifikasi di satu pasang lain, langsung tambahkan ke suku terakhir.
Verifikasi: 12, 19, 26, 33, 40 — selisih selalu 7 ✅
Jawaban: D. 40
Mengapa pilihan lain salah:
- A. 37 — berasal dari 33 + 4, menggunakan d = 4 yang keliru
- B. 38 — berasal dari 33 + 5, menggunakan d = 5 yang keliru
- C. 39 — berasal dari 33 + 6, menggunakan d = 6 yang keliru
- E. 42 — berasal dari 33 + 9, menggunakan d = 9 yang keliru
Cek selisih antar suku berurutan:
80-50=30,\quad 110-80=30,\quad 140-110=30\checkmarkSelisihnya konstan — ini deret aritmatika dengan beda d = 30.
Penyelesaian:
- Identifikasi pola: selisih antar suku konstan, d = 30
- Suku berikutnya: 140 + 30 = 170
Cara Cepat: dengan beda 30, semua suku berakhiran 0 — suku berikutnya juga harus berakhiran 0. Ini langsung eliminasi pilihan B (165) dan D (175).
Verifikasi: 50, 80, 110, 140, 170 — selisih selalu 30 ✅
Jawaban: C. 170
Mengapa pilihan lain salah:
- A. 160 — berasal dari 140 + 20, menggunakan d = 20 yang keliru
- B. 165 — berasal dari 140 + 25, menggunakan d = 25 yang keliru
- D. 175 — berasal dari 140 + 35, menggunakan d = 35 yang keliru
- E. 180 — berasal dari 140 + 40, menggunakan d = 40 yang keliru
Selisih antar suku berurutan: −1, +5, −2, +6, −3, +7 — tidak konstan dan tidak jelas polanya kalau dilihat sekaligus. Ini sinyal untuk coba pisah posisi ganjil dan genap.
Tampilkan pemisahan sub-deret:
| Posisi | Suku | Pola |
|---|---|---|
| Ganjil (1,3,5,7) | 2, 6, 10, 14 | Aritmatika, d = 4 |
| Genap (2,4,6) | 1, 4, 7 | Aritmatika, d = 3 |
Ini deret selang-seling dengan dua sub-deret aritmatika.
Penyelesaian:
- Suku ke-8 berada di posisi genap ke-4
- Sub-deret genap: 1, 4, 7, ... dengan d = 3
- Suku ke-4 sub-deret genap: 7 + 3 = 10
Cara Cepat: tentukan posisi suku yang dicari (ke-8 = genap), lanjutkan sub-deret yang sesuai saja — abaikan sub-deret lainnya.
Verifikasi: 2, 1, 6, 4, 10, 7, 14, 10 — sub-deret ganjil: 2,6,10,14 (d=4) ✅ sub-deret genap: 1,4,7,10 (d=3) ✅
Jawaban: D. 10
Mengapa pilihan lain salah:
- A. 11 — berasal dari 7 + 4, salah ambil beda dari sub-deret ganjil (d=4) bukan sub-deret genap (d=3)
- B. 18 — berasal dari 14 + 4, meneruskan sub-deret ganjil padahal suku ke-8 berasal dari sub-deret genap
- C. 12 — tidak ada dasar perhitungan yang menghasilkan angka ini dalam kedua sub-deret
- E. 17 — tidak ada dasar perhitungan yang menghasilkan angka ini dalam kedua sub-deret
Ada suku hilang di posisi ke-3. Karena deretnya 8 suku dan polanya tidak langsung terlihat, pisah posisi ganjil dan genap dulu:
| Posisi | Suku | Pola |
|---|---|---|
| Ganjil (1,3,5,7) | 1, ?, 9, 16 | 1=1², 9=3², 16=4² → kuadrat bilangan bulat |
| Genap (2,4,6,8) | 5, 10, 15, 20 | Aritmatika, d = 5 |
Ini deret selang-seling — sub-deret ganjil adalah kuadrat bilangan bulat, sub-deret genap adalah aritmatika.
Penyelesaian:
- Suku yang hilang berada di posisi ke-3 (sub-deret ganjil, urutan ke-2)
- Sub-deret ganjil: 1², ?², 3², 4² → suku ke-2 adalah 2^2 = 4
Cara Cepat: posisi ke-3 = sub-deret ganjil urutan ke-2 → langsung hitung 2^2 = 4.
Verifikasi: 1, 5, 4, 10, 9, 15, 16, 20 — sub-deret ganjil: 1,4,9,16 (kuadrat 1²,2²,3²,4²) ✅ sub-deret genap: 5,10,15,20 (d=5) ✅
Jawaban: E. 4
Mengapa pilihan lain salah:
- A. 3 — tidak ada bilangan yang dikuadratkan menghasilkan 3 dalam urutan ini
- B. 7 — berasal dari 5 + 2, salah sub-deret: meneruskan sub-deret genap bukan ganjil
- C. 6 — tidak ada dasar perhitungan yang menghasilkan angka ini dalam kedua sub-deret
- D. 8 — berasal dari 5 + 3 atau 2 \times 4, tidak sesuai pola kuadrat di sub-deret ganjil
Ada suku hilang di posisi ke-4. Deret 8 suku — pisah posisi ganjil dan genap dulu:
| Posisi | Suku | Pola |
|---|---|---|
| Ganjil (1,3,5,7) | 5, 10, 15, 20 | Aritmatika, d = 5 |
| Genap (2,4,6,8) | 1, ?, 5, 7 | Selisih konstan → aritmatika, d = 2 |
Ini deret selang-seling dua aritmatika. Suku yang hilang berada di posisi ke-4 (sub-deret genap urutan ke-2).
Penyelesaian:
- Sub-deret genap: 1, ?, 5, 7 — cek selisih dari suku yang diketahui: 5 - ? = 2 \Rightarrow ? = 3, dan 7 - 5 = 2\checkmark
- Atau dari kiri: 1 + 2 = 3
Cara Cepat: rata-rata dua suku pengapit: \frac{1 + 5}{2} = 3.
Verifikasi: 5, 1, 10, 3, 15, 5, 20, 7 — sub-deret ganjil: 5,10,15,20 (d=5) ✅ sub-deret genap: 1,3,5,7 (d=2) ✅
Jawaban: D. 3
Mengapa pilihan lain salah:
- A. 2 — berasal dari 1 + 1, menggunakan d = 1 yang keliru untuk sub-deret genap
- B. 4 — berasal dari 1 + 3, menggunakan d = 3 yang keliru
- C. 6 — berasal dari 5 + 1, meneruskan sub-deret ganjil padahal posisi ke-4 dari sub-deret genap
- E. 8 — tidak ada dasar perhitungan yang menghasilkan angka ini dalam kedua sub-deret
Ada suku hilang di posisi ke-3. Deret 6 suku — pisah posisi ganjil dan genap:
| Posisi | Suku | Pola |
|---|---|---|
| Ganjil (1,3,5) | 2, ?, 18 | Cek rasio: 18÷2=9=3² → r=3 → geometri |
| Genap (2,4,6) | 4, 8, 12 | Aritmatika, d = 4 |
Ini deret selang-seling — sub-deret ganjil geometri (r=3), sub-deret genap aritmatika (d=4). Suku yang hilang berada di posisi ke-3 (sub-deret ganjil urutan ke-2).
Penyelesaian:
- Sub-deret ganjil: 2, ?, 18 dengan r = 3
- Suku ke-2: 2 \times 3 = 6
- Verifikasi dari kanan: 18 \div 3 = 6\checkmark
Cara Cepat: rata-rata geometri dua suku pengapit: \sqrt{2 \times 18} = \sqrt{36} = 6.
Verifikasi: 2, 4, 6, 8, 18, 12 — sub-deret ganjil: 2,6,18 (r=3) ✅ sub-deret genap: 4,8,12 (d=4) ✅
Jawaban: E. 6
Mengapa pilihan lain salah:
- A. 5 — tidak ada dasar perhitungan yang menghasilkan angka ini dalam kedua sub-deret
- B. 7 — tidak ada dasar perhitungan yang menghasilkan angka ini dalam kedua sub-deret
- C. 10 — berasal dari 4 + 6, menjumlahkan suku ganjil dan genap yang berdekatan — bukan cara yang valid
- D. 12 — berasal dari 4 \times 3, menghitung dari suku genap padahal posisi ke-3 dari sub-deret ganjil
Selisih antar suku berurutan: 1, 2, 2, 3, 5, 2, 14 — tidak beraturan sama sekali. Hipotesis pola tunggal gugur. Lanjut ke hipotesis selang-seling.
Pisah posisi ganjil dan genap:
| Posisi | Suku | Hipotesis awal |
|---|---|---|
| Ganjil (1,3,5,7,9) | 3, 6, 11, 18, ? | Perlu diperiksa lebih lanjut |
| Genap (2,4,6,8) | 4, 8, 16, 32 | Rasio tetap → geometri, r = 2 |
Sub-deret genap langsung teridentifikasi: geometri r = 2. Fokus ke sub-deret ganjil.
Selisih lapis-1 sub-deret ganjil: 6-3=3,\quad 11-6=5,\quad 18-11=7 — bertambah 2 setiap langkah. Ini deret bertingkat, selisih lapis-2 = 2 (konstan).
Penyelesaian:
- Suku ke-9 berada di posisi ganjil ke-5 → dari sub-deret ganjil
- Selisih lapis-1 berikutnya: 7 + 2 = 9
- Suku ke-5 sub-deret ganjil: 18 + 9 = 27
Cara Cepat: begitu sub-deret genap teridentifikasi sebagai geometri r=2, abaikan dan fokus ke sub-deret ganjil saja. Tulis L1-nya (3,5,7,...) dan L2 konstan (+2) → L1 berikutnya 9 → tambahkan ke suku terakhir sub-ganjil.
Verifikasi: sub-deret ganjil: 3, 6, 11, 18, 27 — L1: 3,5,7,9 (d=2) ✅ sub-deret genap: 4,8,16,32 (r=2) ✅
Jawaban: C. 27
Mengapa pilihan lain salah:
- A. 23 — berasal dari 18 + 5, mengulang L1 sebelumnya (5) bukan L1 yang sudah diperbarui (9)
- B. 26 — berasal dari 18 + 8, menggunakan L1 = 8 (salah hitung L2)
- D. 28 — berasal dari 18 + 10, menggunakan L1 = 10 (L2 dianggap naik 3 bukan 2)
- E. 64 — berasal dari 32 \times 2, meneruskan sub-deret genap padahal suku ke-9 masuk sub-deret ganjil
Tidak ada pola langsung yang terlihat. Mulai dari selisih lapis-1 (L1):
L1: 9-5=4,\quad 15-9=6,\quad 24-15=9,\quad 38-24=14,\quad 59-38=21
L1 = 4, 6, 9, 14, 21 — tidak konstan. Lanjut ke selisih lapis-2 (L2):
L2: 6-4=2,\quad 9-6=3,\quad 14-9=5,\quad 21-14=7
L2 = 2, 3, 5, 7 — ini empat bilangan prima pertama! Inilah pola tersembunyi yang harus diintegrasikan.
Cek: L2 bukan deret aritmatika (selisih 1, 2, 2 — tidak konstan), melainkan deret prima berurutan (2, 3, 5, 7, 11, ...).
Penyelesaian:
- Prima ke-5 setelah 7: bukan 8 (genap), bukan 9 (=3×3), bukan 10 (genap) → 11
- L1 berikutnya: 21 + 11 = 32
- Suku ke-7: 59 + 32 = 91
Cara Cepat: tulis L1 (4,6,9,14,21), tulis L2 (2,3,5,7), kenali sebagai prima → prima ke-5 adalah 11 → L1 berikutnya 21+11=32 → suku berikutnya 59+32=91.
Verifikasi: 5, 9, 15, 24, 38, 59, 91 — L1: 4,6,9,14,21,32 | L2: 2,3,5,7,11 (prima berurutan) ✅
Jawaban: D. 91
Mengapa pilihan lain salah:
- A. 87 — berasal dari 59 + 28, mengira L2 berikutnya adalah 7 (mengulang prima ke-4) bukan 11
- B. 88 — berasal dari 59 + 29, mengira L2 bertambah tetap 2 sehingga 7+2=9, lalu 21+9=30, tapi 9 bukan prima
- C. 89 — berasal dari 59 + 30, salah menghitung L1 berikutnya sebagai 30 bukan 32
- E. 93 — berasal dari 59 + 34, menggunakan prima ke-6 (13) alih-alih prima ke-5 (11), melewatkan satu langkah
Selisih antar suku: 3, −1, 6, −2, 9, −1, 10 — tidak beraturan. Pisah posisi ganjil dan genap.
| Posisi | Suku | Analisis |
|---|---|---|
| Ganjil (1,3,5,7,9) | 1, 3, 7, 15, ? | Pola 2ⁿ − 1 |
| Genap (2,4,6,8) | 4, 9, 16, 25 | Kuadrat bulat: 2², 3², 4², 5² |
Sub-deret genap: 4=2², 9=3², 16=4², 25=5² — deret kuadrat bilangan bulat mulai dari 2. Sub-deret ganjil: 1, 3, 7, 15 — selisihnya 2, 4, 8 (geometri r=2). Selisih berikutnya: 8×2=16, sehingga suku berikutnya 15+16=31.
Verifikasi pola sub-ganjil: 1=2^1-1,\quad 3=2^2-1,\quad 7=2^3-1,\quad 15=2^4-1,\quad 31=2^5-1 — pola 2ⁿ−1 terkonfirmasi!
Penyelesaian:
- Suku ke-9 berada di posisi ganjil ke-5 → dari sub-deret ganjil
- A₅ = 2⁵ − 1 = 32 - 1 = 31
Cara Cepat: sub-ganjil adalah 2ⁿ−1, posisi ke-5 → 2⁵−1=31. Atau: selisih sub-ganjil (2,4,8) berlipat dua → selisih berikutnya 16 → 15+16=31.
Verifikasi: Ganjil: 1,3,7,15,31 (2ⁿ−1) ✅ | Genap: 4,9,16,25 (kuadrat) ✅
Jawaban: C. 31
Mengapa pilihan lain salah:
- A. 28 — berasal dari 15+13 atau estimasi salah selisih sub-ganjil
- B. 30 — berasal dari 15 + 15, mengulangi selisih terakhir sub-ganjil (8) lalu menambah 7 — tidak konsisten
- D. 32 — berasal dari 2⁵=32, mengira polanya 2ⁿ bukan 2ⁿ−1
- E. 36 — berasal dari 6²=36, melanjutkan sub-genap padahal suku ke-9 masuk sub-ganjil
