KunciASN
KUNCIASN

Soal & Pembahasan Pencegahan Radikalisme

Kumpulan soal Pencegahan Radikalisme kategori TKP CPNS 2026 lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan setiap soal. Baca dulu, lalu coba latihan interaktifnya secara gratis.

Soal 1
Kamu adalah staf di kantor kecamatan. Salah satu rekan kerjamu belakangan mulai mengenakan busana yang lebih tertutup dan rutin menyampaikan bahwa ia baru saja memperdalam pemahaman agamanya lewat kelas belajar rutin di luar jam kerja. Tidak ada perubahan lain dalam caranya bekerja atau berbicara soal negara. Apa yang kamu lakukan?
Pembahasan

Yang diuji di soal ini adalah ketepatan fokus: apakah kamu menilai seseorang dari substansi pandangannya terhadap negara, atau dari penampilan dan ketaatan beragamanya yang sebenarnya wilayah pribadi.

Skor 5 (B. Anggap wajar, tetap bekerja sama seperti biasa) — Menghormati perubahan itu sebagai pilihan pribadi tanpa memberi perhatian berlebih adalah respons paling tepat, karena tidak ada satu pun sinyal substantif yang menyentuh sikap terhadap negara.

Skor 4 (E. Menanyakan langsung alasan perubahan penampilan) — Menanyakan langsung menunjukkan rasa ingin tahu yang wajar, tapi tetap memperlakukan perubahan penampilan seolah perlu penjelasan khusus, padahal itu bukan hal yang perlu dikonfirmasi lebih dulu.

Skor 3 (C. Diskusikan dengan rekan lain untuk pendapat kedua) — Mencari pendapat kedua sebelum bersikap terkesan hati-hati, tapi justru memperlakukan perubahan gaya hidup pribadi sebagai sesuatu yang butuh pertimbangan bersama, padahal tidak ada dasar untuk itu.

Skor 2 (A. Catat sebagai bahan pemantauan pribadi) — Mencatat untuk dipantau menunjukkan kewaspadaan berlebih terhadap hal yang belum tentu relevan, berisiko menumbuhkan kecurigaan yang tidak berdasar terhadap rekan kerja yang sebenarnya tidak menunjukkan masalah apa pun.

Skor 1 (D. Lapor ke atasan berdasarkan penampilan) — Melaporkan berdasarkan gaya berpakaian dan keaktifan beribadah semata adalah kesalahan fokus yang paling jauh, karena menjadikan pilihan pribadi yang sah sebagai dasar kecurigaan formal ke atasan.

Pola pikir: Perubahan gaya hidup atau ketaatan pribadi seseorang bukan indikator yang perlu direspons dengan kecurigaan, selama tidak disertai pernyataan yang menyentuh substansi penolakan terhadap dasar bernegara.

Soal 2
Kamu adalah staf di Kantor Pajak Pratama. Salah satu rekan kerjamu belakangan memutuskan berhenti makan siang bersama tim dan lebih memilih menyendiri untuk beribadah tepat waktu, serta mulai menyampaikan rencana menunaikan ibadah tambahan di luar jam kerja. Tidak ada perubahan lain dalam cara kerja atau pandangannya soal negara. Apa yang kamu lakukan?
Pembahasan

Yang diuji di soal ini adalah ketepatan fokus: apakah kamu menilai seseorang dari substansi pandangannya terhadap negara, atau dari kebiasaan ibadahnya yang sebenarnya wilayah pribadi.

Skor 5 (C. Hormati sebagai pilihan pribadi, tetap bekerja sama) — Menghormati perubahan kebiasaan itu sebagai pilihan pribadi tanpa memberi perhatian berlebih adalah respons paling tepat, karena tidak ada satu pun sinyal substantif yang menyentuh sikap terhadap negara.

Skor 4 (E. Diskusikan dengan rekan lain untuk pendapat kedua) — Mencari pendapat kedua sebelum bersikap terkesan hati-hati, tapi justru memperlakukan perubahan kebiasaan pribadi sebagai sesuatu yang butuh pertimbangan bersama, padahal tidak ada dasar untuk itu.

Skor 3 (B. Tanyakan langsung alasan perubahan kebiasaan) — Menanyakan langsung menunjukkan rasa ingin tahu yang wajar, tapi tetap memperlakukan perubahan kebiasaan ibadah seolah perlu penjelasan khusus, padahal itu bukan hal yang perlu dikonfirmasi lebih dulu.

Skor 2 (D. Catat sebagai bahan pemantauan pribadi) — Mencatat untuk dipantau menunjukkan kewaspadaan berlebih terhadap hal yang belum tentu relevan, berisiko menumbuhkan kecurigaan yang tidak berdasar terhadap rekan kerja yang sebenarnya tidak menunjukkan masalah apa pun.

Skor 1 (A. Lapor ke atasan berdasarkan pola ibadah) — Melaporkan berdasarkan perubahan pola ibadah semata adalah kesalahan fokus yang paling jauh, karena menjadikan pilihan pribadi yang sah sebagai dasar kecurigaan formal ke atasan.

Pola pikir: Perubahan gaya hidup atau ketaatan pribadi seseorang bukan indikator yang perlu direspons dengan kecurigaan, selama tidak disertai pernyataan yang menyentuh substansi penolakan terhadap dasar bernegara.

Soal 3
Kamu adalah staf di dinas lingkungan hidup. Salah satu rekan kerjamu belakangan memutuskan berhenti ikut acara makan bersama kantor dan lebih memilih menyendiri untuk menjalankan ibadah sesuai jadwalnya sendiri, serta mulai membawa bekal makanan pribadi karena alasan keyakinannya. Tidak ada perubahan lain dalam caranya bekerja atau berbicara soal negara. Apa yang kamu lakukan?
Pembahasan

Yang diuji di soal ini adalah ketepatan fokus: apakah kamu menilai seseorang dari substansi pandangannya terhadap negara, atau dari kebiasaan pribadinya yang sebenarnya wilayah privat.

Skor 5 (D. Hormati sebagai pilihan pribadi, tetap bekerja sama) — Menghormati perubahan kebiasaan itu sebagai pilihan pribadi tanpa memberi perhatian berlebih adalah respons paling tepat, karena tidak ada satu pun sinyal substantif yang menyentuh sikap terhadap negara.

Skor 4 (C. Diskusikan dengan rekan lain untuk pendapat kedua) — Mencari pendapat kedua sebelum bersikap terkesan hati-hati, tapi justru memperlakukan perubahan kebiasaan pribadi sebagai sesuatu yang butuh pertimbangan bersama, padahal tidak ada dasar untuk itu.

Skor 3 (A. Tanyakan langsung alasan perubahan kebiasaan) — Menanyakan langsung menunjukkan rasa ingin tahu yang wajar, tapi tetap memperlakukan perubahan kebiasaan pribadi seolah perlu penjelasan khusus, padahal itu bukan hal yang perlu dikonfirmasi lebih dulu.

Skor 2 (E. Catat sebagai bahan pemantauan pribadi) — Mencatat untuk dipantau menunjukkan kewaspadaan berlebih terhadap hal yang belum tentu relevan, berisiko menumbuhkan kecurigaan yang tidak berdasar terhadap rekan kerja yang sebenarnya tidak menunjukkan masalah apa pun.

Skor 1 (B. Lapor ke atasan berdasarkan jarak dari kegiatan bersama) — Melaporkan berdasarkan keengganan ikut kegiatan bersama semata adalah kesalahan fokus yang paling jauh, karena menjadikan pilihan pribadi yang sah sebagai dasar kecurigaan formal ke atasan.

Pola pikir: Perubahan gaya hidup atau ketaatan pribadi seseorang bukan indikator yang perlu direspons dengan kecurigaan, selama tidak disertai pernyataan yang menyentuh substansi penolakan terhadap dasar bernegara.

Soal 4
Kamu adalah staf di dinas pemberdayaan masyarakat dan desa. Seorang rekan kerja belakangan mulai lebih taat menjalankan ibadah dan memilih bergaul lebih dekat dengan kelompok belajar keagamaan di luar kantor. Dalam sebuah rapat, ia menyampaikan bahwa sistem pemerintahan sekarang penuh kebobrokan dan sudah waktunya diganti total dengan tatanan yang menurutnya lebih sesuai. Apa yang kamu lakukan?
Pembahasan

Yang diuji di soal ini adalah ketepatan fokus versi halus: pernyataan soal mengganti sistem memang sudah tepat jadi perhatian, tapi apakah kebiasaan ibadah dan pergaulannya ikut tercampur sebagai bahan pertimbangan, padahal itu wilayah pribadi yang sah.

Skor 5 (B. Dokumentasikan pernyataan, lapor tanpa singgung kebiasaan ibadah) — Ini respons paling tepat karena fokus sepenuhnya pada substansi pernyataan soal mengganti sistem, tanpa mencampurnya dengan kebiasaan ibadah atau pergaulan yang sebenarnya tidak relevan.

Skor 4 (E. Dokumentasikan dan lapor, tapi cantumkan kebiasaan ibadah sebagai konteks) — Ini jebakan versi halus: pernyataan soal mengganti sistem sudah benar didokumentasikan dan dilaporkan, tapi mencantumkan kebiasaan ibadah dan pergaulan sebagai "konteks tambahan" tetap mencampurkan hal pribadi yang sah ke dalam penilaian, seolah itu memperkuat kecurigaan.

Skor 3 (A. Diskusikan dulu dengan rekan lain) — Memastikan maksud pernyataan itu wajar, tapi menundanya lewat diskusi informal alih-alih segera mendokumentasikan dan melapor memperlambat respons terhadap indikator yang sudah cukup jelas.

Skor 2 (D. Jaga jarak, amati pergaulan barunya) — Menjaga jarak dan mengamati pergaulan menunjukkan kewaspadaan, tapi tetap salah fokus karena menjadikan pergaulan dan pergaulan barunya sebagai obyek pengamatan, bukan pernyataan soal mengganti sistem yang sebenarnya jadi sinyal relevan.

Skor 1 (C. Lapor berdasarkan kebiasaan ibadah, singgung sedikit pernyataan) — Menjadikan perubahan kebiasaan ibadah dan pergaulan sebagai hal utama yang dilaporkan adalah kesalahan fokus paling jauh, karena pernyataan soal mengganti sistem yang sebenarnya paling relevan justru hanya disinggung sekilas.

Pola pikir: Menilai substansi pandangan seseorang terhadap negara harus berdiri sendiri, tanpa ikut tercampur oleh perhatian terhadap simbol keagamaan atau gaya hidup yang sebenarnya wilayah pribadi.

Soal 5
Kamu adalah staf di badan perencanaan pembangunan daerah. Seorang rekan kerja belakangan memilih berbusana lebih tertutup dan mulai menghindari acara kumpul kantor yang dianggapnya kurang bermanfaat. Dalam sebuah diskusi kelompok kerja, ia menyampaikan bahwa tatanan bernegara saat ini sudah menyimpang jauh dan perlu digantikan sepenuhnya dengan sistem yang menurutnya lebih murni. Apa yang kamu lakukan?
Pembahasan

Yang diuji di soal ini adalah ketepatan fokus versi halus: pernyataan soal mengganti tatanan bernegara memang sudah tepat jadi perhatian, tapi apakah gaya berbusana dan pergaulannya ikut tercampur sebagai bahan pertimbangan, padahal itu wilayah pribadi yang sah.

Skor 5 (E. Dokumentasikan pernyataan, lapor tanpa singgung gaya berbusana) — Ini respons paling tepat karena fokus sepenuhnya pada substansi pernyataan soal mengganti tatanan bernegara, tanpa mencampurnya dengan gaya berbusana atau pergaulan yang sebenarnya tidak relevan.

Skor 4 (D. Dokumentasikan dan lapor, tapi cantumkan gaya berbusana sebagai konteks) — Ini jebakan versi halus: pernyataan soal mengganti tatanan sudah benar didokumentasikan dan dilaporkan, tapi mencantumkan gaya berbusana dan pergaulan sebagai "konteks tambahan" tetap mencampurkan hal pribadi yang sah ke dalam penilaian.

Skor 3 (A. Diskusikan dulu dengan rekan lain) — Memastikan maksud pernyataan itu wajar, tapi menundanya lewat diskusi informal alih-alih segera mendokumentasikan dan melapor memperlambat respons terhadap indikator yang sudah cukup jelas.

Skor 2 (C. Jaga jarak, amati gaya berbusananya) — Menjaga jarak dan mengamati gaya berbusana menunjukkan kewaspadaan, tapi tetap salah fokus karena menjadikan penampilan sebagai obyek pengamatan, bukan pernyataan soal mengganti tatanan yang sebenarnya jadi sinyal relevan.

Skor 1 (B. Lapor berdasarkan gaya berbusana, singgung sedikit pernyataan) — Menjadikan perubahan gaya berbusana dan pergaulan sebagai hal utama yang dilaporkan adalah kesalahan fokus paling jauh, karena pernyataan soal mengganti tatanan bernegara yang sebenarnya paling relevan justru hanya disinggung sekilas.

Pola pikir: Menilai substansi pandangan seseorang terhadap negara harus berdiri sendiri, tanpa ikut tercampur oleh perhatian terhadap simbol keagamaan atau gaya hidup yang sebenarnya wilayah pribadi.

Soal 6
Kamu adalah staf di dinas kehutanan. Seorang rekan kerja belakangan memilih berbusana lebih tertutup dan mulai menghindari acara kumpul kantor yang dianggapnya kurang bermanfaat. Dalam sebuah diskusi kelompok kerja, ia menyampaikan bahwa tatanan bernegara saat ini sudah menyimpang jauh dan perlu digantikan sepenuhnya dengan sistem yang menurutnya lebih murni. Apa yang kamu lakukan?
Pembahasan

Yang diuji di soal ini adalah ketepatan fokus versi halus: pernyataan soal mengganti tatanan bernegara memang sudah tepat jadi perhatian, tapi apakah gaya berbusana dan pergaulannya ikut tercampur sebagai bahan pertimbangan, padahal itu wilayah pribadi yang sah.

Skor 5 (D. Dokumentasikan pernyataan, lapor tanpa singgung gaya berbusana) — Ini respons paling tepat karena fokus sepenuhnya pada substansi pernyataan soal mengganti tatanan bernegara, tanpa mencampurnya dengan gaya berbusana atau pergaulan yang sebenarnya tidak relevan.

Skor 4 (E. Dokumentasikan dan lapor, tapi cantumkan gaya berbusana sebagai konteks) — Ini jebakan versi halus: pernyataan soal mengganti tatanan sudah benar didokumentasikan dan dilaporkan, tapi mencantumkan gaya berbusana dan pergaulan sebagai "konteks tambahan" tetap mencampurkan hal pribadi yang sah ke dalam penilaian.

Skor 3 (C. Diskusikan dulu dengan rekan lain) — Memastikan maksud pernyataan itu wajar, tapi menundanya lewat diskusi informal alih-alih segera mendokumentasikan dan melapor memperlambat respons terhadap indikator yang sudah cukup jelas.

Skor 2 (B. Jaga jarak, amati gaya berbusananya) — Menjaga jarak dan mengamati gaya berbusana menunjukkan kewaspadaan, tapi tetap salah fokus karena menjadikan penampilan sebagai obyek pengamatan, bukan pernyataan soal mengganti tatanan yang sebenarnya jadi sinyal relevan.

Skor 1 (A. Lapor berdasarkan gaya berbusana, singgung sedikit pernyataan) — Menjadikan perubahan gaya berbusana dan pergaulan sebagai hal utama yang dilaporkan adalah kesalahan fokus paling jauh, karena pernyataan soal mengganti tatanan bernegara yang sebenarnya paling relevan justru hanya disinggung sekilas.

Pola pikir: Menilai substansi pandangan seseorang terhadap negara harus berdiri sendiri, tanpa ikut tercampur oleh perhatian terhadap simbol keagamaan atau gaya hidup yang sebenarnya wilayah pribadi.

Soal 7
Kamu adalah staf di badan pusat statistik daerah. Seorang rekan kerja belakangan memilih berbusana lebih tertutup dan mulai menghindari acara kumpul kantor yang dianggapnya kurang bermanfaat. Dalam sebuah diskusi kelompok kerja, ia menyampaikan bahwa tatanan bernegara saat ini sudah menyimpang jauh dan perlu digantikan sepenuhnya dengan sistem yang menurutnya lebih murni. Apa yang kamu lakukan?
Pembahasan

Yang diuji di soal ini adalah ketepatan fokus versi halus: pernyataan soal mengganti tatanan bernegara memang sudah tepat jadi perhatian, tapi apakah gaya berbusana dan pergaulannya ikut tercampur sebagai bahan pertimbangan, padahal itu wilayah pribadi yang sah.

Skor 5 (C. Dokumentasikan pernyataan, lapor tanpa singgung gaya berbusana) — Ini respons paling tepat karena fokus sepenuhnya pada substansi pernyataan soal mengganti tatanan bernegara, tanpa mencampurnya dengan gaya berbusana atau pergaulan yang sebenarnya tidak relevan.

Skor 4 (E. Dokumentasikan dan lapor, tapi cantumkan gaya berbusana sebagai konteks) — Ini jebakan versi halus: pernyataan soal mengganti tatanan sudah benar didokumentasikan dan dilaporkan, tapi mencantumkan gaya berbusana dan pergaulan sebagai "konteks tambahan" tetap mencampurkan hal pribadi yang sah ke dalam penilaian.

Skor 3 (B. Diskusikan dulu dengan rekan lain) — Memastikan maksud pernyataan itu wajar, tapi menundanya lewat diskusi informal alih-alih segera mendokumentasikan dan melapor memperlambat respons terhadap indikator yang sudah cukup jelas.

Skor 2 (A. Jaga jarak, amati gaya berbusananya) — Menjaga jarak dan mengamati gaya berbusana menunjukkan kewaspadaan, tapi tetap salah fokus karena menjadikan penampilan sebagai obyek pengamatan, bukan pernyataan soal mengganti tatanan yang sebenarnya jadi sinyal relevan.

Skor 1 (D. Lapor berdasarkan gaya berbusana, singgung sedikit pernyataan) — Menjadikan perubahan gaya berbusana dan pergaulan sebagai hal utama yang dilaporkan adalah kesalahan fokus paling jauh, karena pernyataan soal mengganti tatanan bernegara yang sebenarnya paling relevan justru hanya disinggung sekilas.

Pola pikir: Menilai substansi pandangan seseorang terhadap negara harus berdiri sendiri, tanpa ikut tercampur oleh perhatian terhadap simbol keagamaan atau gaya hidup yang sebenarnya wilayah pribadi.

Soal 8
Kamu adalah staf di badan penelitian dan pengembangan daerah. Rekan kerja yang selama ini jadi mentor pribadimu, membimbingmu sejak awal bekerja dan banyak membantumu di masa-masa sulit, belakangan menunjukkan indikasi kuat: ia beberapa kali menyampaikan bahasa yang memusuhi kelompok tertentu sebagai "penghalang perubahan sejati" dan mengajak beberapa staf muda bergabung dalam kelompok yang menurutnya "sedang mempersiapkan perubahan besar di luar jalur formal". Kamu merasa berat hati karena posisimu saat ini banyak berkat bimbingannya. Apa yang kamu lakukan?
Pembahasan

Yang diuji di soal ini adalah dilema loyalitas personal versus objektivitas: apakah indikasi kuat tetap disalurkan lewat jalur resmi secara utuh, atau ikut dilunakkan karena rasa berhutang budi pada pihak yang bersangkutan.

Skor 5 (C. Dokumentasikan akurat, lapor terlepas dari hubungan personal) — Ini respons paling tepat karena tetap menjalankan kewajiban menyalurkan indikasi kuat secara utuh dan akurat, tanpa membiarkan rasa berhutang budi mengubah substansi laporan.

Skor 4 (A. Dokumentasikan, tapi laporan dilunakkan dengan catatan kebaikan mentor) — Mendokumentasikan dan melapor sudah arah yang benar, tapi melunakkan laporan dengan menonjolkan kebaikan personal mentor tetap mencampuri objektivitas yang seharusnya dijaga dalam proses verifikasi.

Skor 3 (D. Cerita ke rekan lain untuk memproses perasaan dulu) — Memproses perasaan sebelum bertindak itu manusiawi, tapi menunda langkah resmi demi itu memperlambat respons terhadap indikasi yang sudah cukup kuat.

Skor 2 (B. Jaga jarak perlahan, tidak melapor) — Menjaga jarak menunjukkan kegelisahan yang wajar, tapi tidak menyalurkan indikasi kuat ke jalur resmi membiarkan situasi ini tidak pernah benar-benar ditangani oleh pihak yang berwenang.

Skor 1 (E. Tidak melaporkan sama sekali karena rasa berhutang budi) — Membiarkan rasa berhutang budi sepenuhnya mengalahkan kewajiban melapor adalah kesalahan paling jauh, karena mengorbankan tanggung jawab sebagai ASN demi hubungan personal semata.

Pola pikir: Kewajiban menyalurkan indikasi lewat jalur resmi berlaku sama, terlepas dari hubungan personal atau rasa berhutang budi ke pihak yang bersangkutan; melunakkan laporan karena kedekatan personal tetap mencampuri objektivitas yang seharusnya dijaga.

Soal 9
Kamu adalah staf di politeknik negeri. Dosen senior yang selama ini membimbing riset dan kariermu sejak awal menjadi tenaga pengajar, belakangan menunjukkan indikasi kuat: ia menyampaikan bahasa yang memusuhi kelompok tertentu sebagai "penghalang kemajuan bangsa" dan mengajak beberapa dosen muda bergabung ke kelompok tertutup yang menolak dasar negara. Kamu tahu jenjang kariermu ke depan masih sangat bergantung pada rekomendasinya. Apa yang kamu lakukan?
Pembahasan

Yang diuji di soal ini adalah dilema loyalitas personal versus objektivitas: apakah indikasi kuat tetap disalurkan lewat jalur resmi secara utuh, atau ikut dilunakkan karena pengaruh pihak yang bersangkutan terhadap kariermu.

Skor 5 (B. Dokumentasikan akurat, lapor terlepas dari pengaruh terhadap karier) — Ini respons paling tepat karena tetap menjalankan kewajiban menyalurkan indikasi kuat secara utuh dan akurat, tanpa membiarkan pengaruh pihak tersebut terhadap kariermu mengubah substansi laporan.

Skor 4 (E. Dokumentasikan, tapi laporan dilunakkan dengan catatan kontribusi dosen) — Mendokumentasikan dan melapor sudah arah yang benar, tapi melunakkan laporan dengan menonjolkan kontribusi personal dosen tetap mencampuri objektivitas yang seharusnya dijaga dalam proses verifikasi.

Skor 3 (C. Cerita ke rekan lain untuk memproses perasaan dulu) — Memproses perasaan sebelum bertindak itu manusiawi, tapi menunda langkah resmi demi itu memperlambat respons terhadap indikasi yang sudah cukup kuat.

Skor 2 (A. Jaga jarak perlahan, tidak melapor) — Menjaga jarak menunjukkan kegelisahan yang wajar, tapi tidak menyalurkan indikasi kuat ke jalur resmi membiarkan situasi ini tidak pernah benar-benar ditangani oleh pihak yang berwenang.

Skor 1 (D. Tidak melaporkan sama sekali karena jasa dosen) — Membiarkan pertimbangan jasa personal sepenuhnya mengalahkan kewajiban melapor adalah kesalahan paling jauh, karena mengorbankan tanggung jawab sebagai ASN demi kepentingan karier semata.

Pola pikir: Kewajiban menyalurkan indikasi lewat jalur resmi berlaku sama, terlepas dari hubungan personal atau pengaruh pihak yang bersangkutan terhadap kariermu; melunakkan laporan karena kedekatan personal tetap mencampuri objektivitas yang seharusnya dijaga.

Soal 10
Kamu adalah guru di SMK negeri. Kepala sekolahmu, yang selama ini banyak mendukung pengembangan kariermu dan memberi kesempatan besar dalam berbagai program, belakangan menunjukkan indikasi kuat: ia menyampaikan bahasa yang memusuhi kelompok tertentu sebagai "penghambat kemajuan sejati" dan mengajak beberapa guru muda bergabung ke kelompok tertutup yang menolak dasar negara. Apa yang kamu lakukan?
Pembahasan

Yang diuji di soal ini adalah dilema loyalitas personal versus objektivitas: apakah indikasi kuat tetap disalurkan lewat jalur resmi secara utuh, atau ikut dilunakkan karena dukungan yang pernah diberikan pihak yang bersangkutan terhadap kariermu.

Skor 5 (D. Dokumentasikan akurat, lapor terlepas dari dukungan karier) — Ini respons paling tepat karena tetap menjalankan kewajiban menyalurkan indikasi kuat secara utuh dan akurat, tanpa membiarkan dukungan karier yang pernah diberikan mengubah substansi laporan.

Skor 4 (E. Dokumentasikan, tapi laporan dilunakkan dengan catatan dukungan kepala sekolah) — Mendokumentasikan dan melapor sudah arah yang benar, tapi melunakkan laporan dengan menonjolkan dukungan personal kepala sekolah tetap mencampuri objektivitas yang seharusnya dijaga dalam proses verifikasi.

Skor 3 (C. Cerita ke rekan lain untuk memproses perasaan dulu) — Memproses perasaan sebelum bertindak itu manusiawi, tapi menunda langkah resmi demi itu memperlambat respons terhadap indikasi yang sudah cukup kuat.

Skor 2 (A. Jaga jarak perlahan, tidak melapor) — Menjaga jarak menunjukkan kegelisahan yang wajar, tapi tidak menyalurkan indikasi kuat ke jalur resmi membiarkan situasi ini tidak pernah benar-benar ditangani oleh pihak yang berwenang.

Skor 1 (B. Tidak melaporkan sama sekali karena dukungan karier) — Membiarkan pertimbangan dukungan karier sepenuhnya mengalahkan kewajiban melapor adalah kesalahan paling jauh, karena mengorbankan tanggung jawab sebagai ASN demi kepentingan personal semata.

Pola pikir: Kewajiban menyalurkan indikasi lewat jalur resmi berlaku sama, terlepas dari hubungan personal atau dukungan yang pernah diberikan pihak yang bersangkutan terhadap kariermu; melunakkan laporan karena kedekatan personal tetap mencampuri objektivitas yang seharusnya dijaga.