Soal & Pembahasan Bahasa Indonesia
Kumpulan soal Bahasa Indonesia kategori TWK CPNS 2026 lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan setiap soal. Baca dulu, lalu coba latihan interaktifnya secara gratis.
Soal ini menguji perbedaan kata depan "di/ke" yang ditulis terpisah karena menunjukkan tempat, dengan awalan "di-" yang ditulis serangkai karena jadi pasangan dari awalan "me-".
Analisis:
- Kata kuncinya ada di kata berawalan "di" dalam tiap pilihan. Coba ganti dengan "ke": kalau maknanya masih masuk akal berarti kata depan (terpisah), kalau tidak masuk akal berarti awalan (serangkai).
- Pada pilihan C, "dikirim" adalah awalan (pasangan dari "mengirim", coba ganti jadi "kekirim" tidak masuk akal, jadi serangkai sudah tepat) dan "ke kantor" adalah kata depan penunjuk arah (terpisah, ganti "di kantor" tetap masuk akal).
Jawaban: C. Surat itu sudah dikirim ke kantor pos kemarin sore.
Mengapa pilihan lain kurang tepat:
- A. ditaruh dipojok: "dipojok" seharusnya "di pojok" karena berfungsi sebagai kata depan penunjuk tempat, bukan awalan.
- B. kekantor: seharusnya "ke kantor" karena "ke" di sini adalah kata depan penunjuk arah, ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
- (skip pilihan C, jawaban benar)
- D. di beli: seharusnya "dibeli" karena berfungsi sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif, pasangan dari "membeli".
- E. di ajak: seharusnya "diajak" karena berfungsi sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif, pasangan dari "mengajak".
Soal ini menguji perbedaan kata depan "di/ke" yang ditulis terpisah karena menunjukkan tempat, dengan awalan "di-" yang ditulis serangkai karena jadi pasangan dari awalan "me-".
Analisis:
- Coba ganti kata berawalan "di" dengan "ke": kalau maknanya masih masuk akal berarti kata depan (terpisah), kalau tidak masuk akal berarti awalan (serangkai).
- Pada pilihan D, "diperiksa" adalah awalan (pasangan dari "memeriksa", coba ganti jadi "keperiksa" tidak masuk akal) dan "diserahkan" juga awalan (pasangan dari "menyerahkan"). Kedua kata ini sudah tepat ditulis serangkai.
Jawaban: D. Laporan itu diperiksa kepala bagian sebelum diserahkan.
Mengapa pilihan lain kurang tepat:
- A. dirumah: seharusnya "di rumah" karena "di" di sini adalah kata depan penunjuk tempat, ditulis terpisah.
- B. di ambil: seharusnya "diambil" karena berfungsi sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif, pasangan dari "mengambil".
- C. ketaman: seharusnya "ke taman" karena "ke" di sini adalah kata depan penunjuk arah, ditulis terpisah.
- (skip pilihan D, jawaban benar)
- E. kesekolah: seharusnya "ke sekolah" karena "ke" di sini adalah kata depan penunjuk arah, ditulis terpisah.
Soal ini menguji perbedaan kata depan "di/ke" yang ditulis terpisah karena menunjukkan tempat atau arah, dengan awalan "di-" yang ditulis serangkai karena jadi pasangan dari awalan "me-".
Analisis:
- Coba ganti kata berawalan "di/ke" dengan pasangannya: kalau maknanya masih masuk akal berarti kata depan (terpisah), kalau tidak masuk akal berarti awalan (serangkai).
- Pada pilihan D, "ke kota" adalah kata depan penunjuk arah, dan kalimat ini sama sekali tidak mengandung kesalahan penulisan "di" maupun "ke".
Jawaban: D. Mereka pindah ke kota lain bulan depan untuk bekerja.
Mengapa pilihan lain kurang tepat:
- A. kepasar: seharusnya "ke pasar" karena "ke" di sini adalah kata depan penunjuk arah, ditulis terpisah.
- B. diatas: seharusnya "di atas" karena "di" di sini adalah kata depan penunjuk tempat, ditulis terpisah.
- C. di parkir dan disamping: "di parkir" seharusnya "diparkir" (awalan, pasangan dari "memarkir"), sementara "disamping" seharusnya "di samping" (kata depan penunjuk tempat).
- (skip pilihan D, jawaban benar)
- E. dikamar: seharusnya "di kamar" karena "di" di sini adalah kata depan penunjuk tempat, ditulis terpisah.
Soal ini menguji perbedaan kata depan "di/ke" dengan awalan "di-" dalam kalimat yang memuat lebih dari satu kata berawalan "di", sebagian benar dan sebagian salah.
Analisis:
- Coba ganti tiap kata berawalan "di" dengan "ke": kalau maknanya masih masuk akal berarti kata depan (terpisah), kalau tidak masuk akal berarti awalan (serangkai).
- Pada pilihan C, "diperiksa" dan "diserahkan" adalah awalan pembentuk kata kerja pasif yang sudah tepat serangkai, sementara "ke bagian" adalah kata depan penunjuk arah yang sudah tepat terpisah.
Jawaban: C. Berkas itu diperiksa petugas sebelum diserahkan ke bagian arsip untuk disimpan.
Mengapa pilihan lain kurang tepat:
- A. di kirim: seharusnya "dikirim" karena berfungsi sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif, pasangan dari "mengirim".
- B. kealamat: seharusnya "ke alamat" karena "ke" di sini adalah kata depan penunjuk arah, ditulis terpisah.
- (skip pilihan C, jawaban benar)
- D. di antar: seharusnya "diantar" karena berfungsi sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif, pasangan dari "mengantar".
- E. di periksa dan kealamat: "di periksa" seharusnya "diperiksa" (awalan), sementara "kealamat" seharusnya "ke alamat" (kata depan), dua kesalahan sekaligus dalam satu kalimat.
Soal ini menguji kapitalisasi nama geografi yang berfungsi sebagai nama diri (kapital) versus kata umum tanpa nama spesifik (huruf kecil), dalam kalimat yang menyandingkan keduanya.
Analisis:
- "Selat Sunda" adalah nama diri dari sebuah selat tertentu, sehingga kedua unsur namanya wajib kapital.
- "Teluk" pada frasa "teluk yang tenang itu" dipakai sebagai kata umum tanpa nama spesifik yang mengikutinya, sehingga wajib huruf kecil.
Jawaban: C. Kapal itu berlayar melewati Selat Sunda menuju pelabuhan di teluk yang tenang itu.
Mengapa pilihan lain kurang tepat:
- A. Teluk yang tenang itu (kapital): kata "Teluk" di sini kata umum tanpa nama spesifik, seharusnya huruf kecil "teluk".
- B. selat sunda dan teluk lampung (huruf kecil): keduanya adalah nama diri geografi tertentu, seharusnya kapital "Selat Sunda" dan "Teluk Lampung".
- (skip pilihan C, jawaban benar)
- D. selat Sunda (huruf kecil sebagian) dan Teluk (kapital): "selat" seharusnya ikut kapital karena bagian dari nama diri "Selat Sunda", sementara "Teluk" yang kata umum seharusnya huruf kecil.
- E. Selat sunda (huruf kecil sebagian): kata "sunda" seharusnya tetap kapital karena bagian dari nama diri "Selat Sunda", tidak boleh dipisah kapitalisasinya.
Soal ini menguji aturan gabungan kata yang mendapat imbuhan: kalau cuma dapat awalan saja, tetap terpisah, tapi kalau dapat konfiks (awalan dan akhiran sekaligus), seluruh gabungan kata ditulis serangkai menyatu tanpa spasi.
Analisis:
- "Dilipatgandakan" mendapat konfiks "di-...-kan" sekaligus, sehingga seluruh gabungan kata "lipat ganda" wajib serangkai penuh.
- Bandingkan dengan "berlipat ganda" yang cuma mendapat awalan "ber-" pada kata "lipat" saja, sehingga "ganda" tetap terpisah.
Jawaban: C. Produksi pabrik itu berhasil dilipatgandakan dalam waktu singkat.
Mengapa pilihan lain kurang tepat:
- A. dilipat gandakan: salah karena kata ini mendapat konfiks "di-...-kan" sekaligus, seharusnya ditulis serangkai penuh "dilipatgandakan".
- B. berlipatganda: salah karena kata ini hanya mendapat awalan "ber-" saja yang menempel ke "lipat", seharusnya "ganda" tetap terpisah menjadi "berlipat ganda".
- (skip pilihan C, jawaban benar)
- D. melipat gandakan: salah karena kata ini mendapat konfiks "me-...-kan" sekaligus, seharusnya ditulis serangkai penuh "melipatgandakan".
- E. di lipatgandakan: salah karena ada spasi yang tidak perlu setelah "di", padahal seluruh unsur konfiks harus menyatu tanpa spasi menjadi "dilipatgandakan".
Soal ini menguji perbedaan kata depan "di/ke" dengan awalan "di-" dalam kalimat yang memuat lebih dari satu kata berawalan "di", sebagian benar dan sebagian salah.
Analisis:
- Coba ganti tiap kata berawalan "di" dengan "ke": kalau maknanya masih masuk akal berarti kata depan (terpisah), kalau tidak masuk akal berarti awalan (serangkai).
- Pada pilihan C, "disusun" dan "diserahkan" adalah awalan pembentuk kata kerja pasif yang sudah tepat serangkai, sementara "ke direktur" adalah kata depan penunjuk arah yang sudah tepat terpisah.
Jawaban: C. Anggaran tahunan itu disusun tim keuangan sebelum diserahkan ke direktur utama.
Mengapa pilihan lain kurang tepat:
- A. di susun: seharusnya "disusun" karena berfungsi sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif, pasangan dari "menyusun".
- B. kedirektur: seharusnya "ke direktur" karena "ke" di sini adalah kata depan penunjuk arah, ditulis terpisah.
- (skip pilihan C, jawaban benar)
- D. di periksa: seharusnya "diperiksa" karena berfungsi sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif, pasangan dari "memeriksa".
- E. kebagian: seharusnya "ke bagian" karena "ke" di sini adalah kata depan penunjuk arah, ditulis terpisah.
Soal ini menggabungkan beberapa aspek kaidah sekaligus: kesepadanan struktur, huruf kapital nama hari, kata baku, penulisan gelar, dan pemakaian titik dua vs titik koma.
Analisis:
- Kalimat B punya subjek yang jelas ("Setiap karyawan"), "Senin" kapital karena nama hari, dan "08.00" memakai notasi titik yang tepat untuk jam.
- Setiap pilihan lain punya minimal satu pelanggaran kaidah yang berbeda-beda, dirancang supaya terlihat wajar sekilas.
Jawaban: B. Setiap karyawan wajib mengisi absensi sebelum pukul 08.00 pada hari Senin.
Mengapa pilihan lain kurang tepat:
- A.: kata "bagi" di awal kalimat menghilangkan kejelasan subjek, dan "senin" seharusnya kapital karena nama hari.
- (skip pilihan B, jawaban benar)
- C.: "aktifitas" seharusnya "aktivitas", dan kalimatnya tidak logis karena mencampur informasi jadwal kantor dengan jumlah karyawan yang direkrut dalam satu kalimat yang tidak berhubungan sebab-akibat.
- D.: penulisan gelar salah di dua tempat, "Prof," seharusnya "Prof." tanpa koma (gelar depan nama), dan "M.Psi" di akhir seharusnya "M.Psi." dengan titik penutup.
- E.: memakai titik koma padahal seharusnya titik dua, karena kalimat sebelumnya sudah lengkap dan langsung diikuti rincian sederhana.
Soal ini menggabungkan beberapa aspek kaidah sekaligus: kesepadanan struktur, huruf kapital nama hari, notasi jam, kata baku, penulisan gelar, dan pemakaian titik dua vs titik koma.
Analisis:
- Kalimat B punya subjek yang jelas ("Setiap mahasiswa"), "Jumat" kapital karena nama hari, dan "15.00" memakai notasi titik yang tepat untuk jam.
- Setiap pilihan lain punya minimal satu pelanggaran kaidah yang berbeda-beda, dirancang supaya terlihat wajar sekilas.
Jawaban: B. Setiap mahasiswa wajib mengumpulkan makalah paling lambat hari Jumat, pukul 15.00 WIB.
Mengapa pilihan lain kurang tepat:
- A.: kata "bagi" di awal kalimat menghilangkan kejelasan subjek, dan "jumat" seharusnya kapital karena nama hari.
- (skip pilihan B, jawaban benar)
- C.: "aktifitas" seharusnya "aktivitas", dan kalimatnya tidak logis karena mencampur informasi seminar tetap berlangsung dengan jumlah pendaftar yang melebihi kuota tanpa hubungan sebab-akibat yang jelas.
- D.: penulisan gelar salah di dua tempat, "Drs," seharusnya "Drs." tanpa koma (gelar depan nama), dan "M.Pd" di akhir seharusnya "M.Pd." dengan titik penutup.
- E.: memakai titik koma padahal seharusnya titik dua, karena kalimat sebelumnya sudah lengkap dan langsung diikuti rincian sederhana.
Soal ini menggabungkan beberapa aspek kaidah sekaligus: kesepadanan struktur, huruf kapital nama hari, notasi jam, kata baku, penulisan gelar, dan pemakaian titik dua vs titik koma.
Analisis:
- Kalimat B punya subjek yang jelas ("Seluruh tamu undangan"), "Sabtu" kapital karena nama hari, dan "19.00" memakai notasi titik yang tepat untuk jam.
- Setiap pilihan lain punya minimal satu pelanggaran kaidah yang berbeda-beda, dirancang supaya terlihat wajar sekilas.
Jawaban: B. Seluruh tamu undangan dipersilakan hadir pada resepsi pernikahan hari Sabtu, pukul 19.00 WIB.
Mengapa pilihan lain kurang tepat:
- A.: kata "bagi" di awal kalimat menghilangkan kejelasan subjek, dan "sabtu" seharusnya kapital karena nama hari.
- (skip pilihan B, jawaban benar)
- C.: "aktifitas" seharusnya "aktivitas", dan kalimatnya tidak logis karena mencampur informasi resepsi tetap dimulai dengan jumlah tamu yang melebihi kapasitas gedung tanpa hubungan sebab-akibat yang jelas.
- D.: penulisan gelar salah, "Dr," seharusnya "Dr." tanpa koma (gelar depan nama), dan "S.Ked" seharusnya "S.Ked." dengan titik penutup.
- E.: memakai titik koma padahal seharusnya titik dua, karena kalimat sebelumnya sudah lengkap dan langsung diikuti rincian sederhana.
