KunciASN
KUNCIASN

Soal & Pembahasan Wawasan Nusantara

Kumpulan soal Wawasan Nusantara kategori TWK CPNS 2026 lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan setiap soal. Baca dulu, lalu coba latihan interaktifnya secara gratis.

Soal 1
Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pernyataan yang PALING TEPAT tentang pengertian wawasan nusantara adalah...
Pembahasan

Kata kunci penentu di soal ini adalah tiga elemen wajib yang harus hadir sekaligus dalam definisi wawasan nusantara: cara pandang, diri dan geografi (nusantara), serta Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasannya.

Analisis:

  • Definisi resmi wawasan nusantara (sesuai Tap MPR No. IV/MPR/1973) adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  • Tiga elemen yang tidak boleh hilang: (1) cara pandang, (2) diri dan geografi nusantara, (3) landasan Pancasila dan UUD 1945.
  • Pilihan B memuat ketiga elemen tersebut secara lengkap dan akurat.

Jawaban: B. Cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah

Mengapa pilihan lain kurang tepat:

  • A. — Mengganti "diri dan geografi" dengan "lingkungan internasional." Wawasan nusantara pertama-tama adalah cara pandang terhadap diri sendiri (bangsa dan wilayah), bukan terhadap dunia luar.
  • C. — Menghilangkan elemen Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan, menggantinya dengan "nilai-nilai luhur budaya bangsa." Landasan konstitusional ini tidak bisa dihilangkan.
  • D. — Menambahkan frasa "tanpa memperhatikan keberagaman" yang bertentangan dengan hakikat wawasan nusantara yang justru memadukan keberagaman dalam satu kesatuan.
  • E. — Mengganti subjek dari "bangsa Indonesia" menjadi "pemerintah Indonesia." Wawasan nusantara adalah cara pandang seluruh bangsa, bukan hanya pemerintah.
Soal 2
Seluruh rakyat Indonesia, aparatur negara, dan lembaga pemerintahan harus memiliki satu tekad, satu pikiran, dan satu tindakan dalam menjaga keutuhan NKRI — tidak ada yang bertindak sendiri-sendiri berdasarkan kepentingan kelompok atau daerah masing-masing. Pernyataan tersebut mencerminkan sifat wawasan nusantara yang disebut...
Pembahasan

Kata kunci penentu di soal ini adalah "satu tekad, satu pikiran, satu tindakan" — frasa ini adalah ciri khas sifat manunggal, yang menekankan kebulatan dan kesatuan dalam sikap serta perilaku.

Analisis:

  • Sifat manunggal berarti seluruh bangsa Indonesia — rakyat, aparatur, dan pemerintah — harus memiliki kesatuan pikir, tekad, semangat, dan tindak dalam menjaga keutuhan NKRI. Tidak ada dualisme sikap antara pusat dan daerah, atau antara lembaga satu dengan lainnya.
  • Bedakan dengan sifat kekeluargaan yang menekankan pola hubungan hangat antar sesama warga (gotong royong, musyawarah), dan utuh menyeluruh yang menekankan cara pandang terhadap aspek kehidupan nasional sebagai satu kesatuan.
  • Deskripsi soal — "satu tekad, satu pikiran, satu tindakan, tidak bertindak sendiri-sendiri" — secara eksplisit merujuk ke manunggal.

Jawaban: B. Manunggal

Mengapa pilihan lain kurang tepat:

  • A. Kekeluargaan — menekankan pola hubungan antarsesama warga yang berlandaskan gotong royong dan musyawarah, bukan kesatuan tekad dan tindak dalam konteks bernegara.
  • C. Utuh menyeluruh — menekankan cara memandang aspek-aspek kehidupan nasional (politik, ekonomi, sosbudaya, hankam) sebagai satu kesatuan. Bukan tentang kesatuan tekad dan tindak seluruh elemen bangsa.
  • D. Bhineka Tunggal Ika — adalah semboyan negara yang mencerminkan keberagaman dalam persatuan, bukan salah satu sifat resmi wawasan nusantara.
  • E. Solidaritas nasional — bukan termasuk tiga sifat wawasan nusantara. Solidaritas adalah salah satu dari enam asas wawasan nusantara, bukan sifatnya.
Soal 3
Wawasan nusantara digunakan sebagai pedoman dalam merancang dan melaksanakan pembangunan yang merata, berkeadilan, dan berkesinambungan di seluruh wilayah Indonesia — dari Sabang sampai Merauke — agar tidak ada daerah yang tertinggal. Fungsi wawasan nusantara yang menggambarkan peran tersebut adalah...
Pembahasan

Kata kunci penentu di soal ini adalah "pembangunan yang merata di seluruh wilayah Indonesia" — frasa ini langsung merujuk ke fungsi wawasan yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional.

Analisis:

  • Fungsi wawasan pembangunan nasional menjadikan wawasan nusantara sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pembangunan nasional. Prinsip dasarnya: pembangunan harus merata di seluruh wilayah NKRI, tidak terkonsentrasi di Jawa atau kota besar saja.
  • Ini mencakup dimensi ekonomi, sosial, budaya, dan infrastruktur — semuanya harus direncanakan dengan memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah.
  • Bedakan dengan wawasan kewilayahan yang berfokus pada penentuan dan pemeliharaan batas wilayah secara yuridis, bukan pada pemerataan pembangunan.

Jawaban: A. Wawasan pembangunan nasional

Mengapa pilihan lain kurang tepat:

  • B. Wawasan kewilayahan — pedoman penentuan, pemeliharaan, dan pemanfaatan batas wilayah NKRI secara yuridis. Bukan tentang pemerataan pembangunan.
  • C. Wawasan ketahanan nasional — menjadikan wawasan nusantara sebagai landasan ketahanan di semua bidang kehidupan nasional. Lebih abstrak dan menyeluruh, tidak spesifik pada program pembangunan.
  • D. Wawasan pertahanan dan keamanan — pedoman dalam menghadapi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT). Konteksnya keamanan, bukan pembangunan.
  • E. Wawasan pemerataan ekonomi — bukan salah satu dari empat fungsi resmi wawasan nusantara. Istilah ini tidak tercantum dalam dokumen resmi.
Soal 4
Perhatikan dua pernyataan berikut: **Pernyataan X:** "Wawasan nusantara digunakan sebagai pedoman untuk membangun keuletan dan ketangguhan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan di semua bidang kehidupan nasional." **Pernyataan Y:** "Melalui wawasan nusantara, yang ingin diwujudkan adalah ikut serta dalam menciptakan perdamaian dan kesejahteraan seluruh umat manusia." Klasifikasi yang TEPAT untuk kedua pernyataan tersebut adalah...
Pembahasan

Kata kunci penentu di soal ini ada pada frasa pembuka tiap pernyataan: "digunakan sebagai pedoman" mengarah ke fungsi, sementara "yang ingin diwujudkan" mengarah ke tujuan.

Analisis dua langkah:

  • Pertanyaan 1: Apakah X fungsi atau tujuan? — Frasa "digunakan sebagai pedoman untuk membangun keuletan dan ketangguhan di semua bidang" → kata "digunakan sebagai" menandai fungsi. Konten "keuletan dan ketangguhan di semua bidang" → ini adalah ciri khas fungsi wawasan ketahanan nasional. Jadi X = fungsi ketahanan nasional.
  • Pertanyaan 2: Apakah Y fungsi atau tujuan? — Frasa "yang ingin diwujudkan" → kata ini menandai tujuan (hasil yang ingin dicapai). Konten "perdamaian dan kesejahteraan seluruh umat manusia" → ini adalah rumusan tujuan ke luar. Jadi Y = tujuan ke luar.

Jawaban: C. X adalah fungsi ketahanan nasional, Y adalah tujuan ke luar

Mengapa pilihan lain kurang tepat:

  • A. — Mengklasifikasikan X sebagai "tujuan ke dalam." Padahal frasa "digunakan sebagai pedoman" menandai fungsi, bukan tujuan. X adalah fungsi, bukan tujuan.
  • B. — X diklasifikasikan sebagai "fungsi kewilayahan." Namun konten X ("keuletan di semua bidang") tidak cocok dengan fungsi kewilayahan yang berkaitan dengan batas wilayah. Konten X lebih tepat sebagai fungsi ketahanan nasional.
  • D. — X diklasifikasikan sebagai fungsi pertahanan keamanan. Jebakan: keduanya berkaitan dengan tantangan, tapi fungsi pertahanan keamanan spesifik pada AGHT (ancaman, gangguan, hambatan, tantangan keamanan), sedangkan X menyebut "semua bidang kehidupan nasional" — ciri fungsi ketahanan nasional yang lebih luas.
  • E. — Membalikkan klasifikasi X dan Y. Y jelas bertanda "ingin diwujudkan" = tujuan, bukan fungsi.
Soal 5
Pemerintah menerbitkan regulasi yang melarang partai politik berbasis suku, agama, atau kedaerahan, dan mewajibkan setiap partai memiliki kepengurusan di minimal separuh provinsi di Indonesia agar dapat menjadi peserta pemilu. Kebijakan tersebut paling tepat dikategorikan sebagai implementasi wawasan nusantara di bidang...
Pembahasan

Kata kunci penentu di soal ini adalah "partai politik" dan "peserta pemilu" — keduanya adalah instrumen sistem politik, sehingga kebijakannya berada di domain implementasi bidang politik.

Analisis:

  • Implementasi wawasan nusantara di bidang politik menekankan bahwa sistem dan kehidupan politik harus mencerminkan persatuan dan kesatuan nasional — tidak boleh ada kekuatan politik yang memecah belah bangsa berdasarkan identitas primordial (suku, agama, daerah).
  • Kebijakan ini memaksa partai untuk bersifat nasional dan inklusif — bukan hanya mewakili satu suku atau satu daerah. Ini adalah ekspresi nyata wawasan nusantara dalam sistem kepartaian dan kepemiluan.
  • Bedakan dengan bidang sosbudaya yang mengurus pelestarian budaya dan kerukunan sosial antar warga secara langsung — bukan pengaturan sistem kepartaian.

Jawaban: A. Politik

Mengapa pilihan lain kurang tepat:

  • B. Ekonomi — regulasi ini tidak menyangkut distribusi sumber daya, harga barang, atau kegiatan ekonomi. Sama sekali bukan domain ekonomi.
  • C. Sosial budaya — jebakan yang paling dekat. Larangan partai berbasis suku/agama memang menyentuh dimensi sosial, tapi objek kebijakannya adalah partai politik dan sistem pemilu — bukan program sosial atau pelestarian budaya. Konteks menentukan bidang.
  • D. Pertahanan dan keamanan — bidang ini mengurus kekuatan militer, pertahanan wilayah, dan keamanan nasional. Regulasi kepartaian bukan kebijakan hankam.
  • E. Hukum dan pemerintahan — bukan salah satu dari empat bidang implementasi resmi wawasan nusantara (politik, ekonomi, sosbudaya, hankam). Meski regulasi berbentuk hukum, bidang implementasinya tetap ditentukan oleh substansi, bukan bentuknya.
Soal 6
Perhatikan empat pernyataan berikut: 1. "Wawasan nusantara berperan sebagai acuan dalam menentukan kebijakan penjagaan dan pemanfaatan batas-batas wilayah darat, laut, dan udara Indonesia." 2. "Melalui wawasan nusantara, bangsa Indonesia ingin mewujudkan persatuan dan kesatuan yang serasi dalam segenap aspek kehidupan nasional." 3. "Wawasan nusantara digunakan sebagai landasan bagi upaya membangun keuletan dan ketangguhan bangsa di semua bidang kehidupan." 4. "Yang ingin dicapai melalui wawasan nusantara adalah keikutsertaan Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan seluruh umat manusia." Pernyataan yang termasuk **fungsi** wawasan nusantara adalah...
Pembahasan

Kata kunci penentu ada pada frasa pembuka tiap pernyataan. Uji setiap pernyataan dengan dua pertanyaan: apakah ia menyebut "berperan sebagai / digunakan sebagai / menjadi landasan"? Jika ya → fungsi. Apakah ia menyebut "ingin diwujudkan / yang ingin dicapai"? Jika ya → tujuan.

Evaluasi setiap pernyataan:

  • Pernyataan 1Fungsi. Kata kunci: "berperan sebagai acuan dalam menentukan kebijakan." Konten: penjagaan batas wilayah → fungsi wawasan kewilayahan.
  • Pernyataan 2Tujuan. Kata kunci: "bangsa Indonesia ingin mewujudkan." Konten: persatuan dan kesatuan dalam aspek kehidupan nasional → tujuan ke dalam.
  • Pernyataan 3Fungsi. Kata kunci: "digunakan sebagai landasan bagi upaya membangun." Konten: keuletan dan ketangguhan di semua bidang → fungsi wawasan ketahanan nasional.
  • Pernyataan 4Tujuan. Kata kunci: "yang ingin dicapai." Konten: keikutsertaan dalam perdamaian dan kesejahteraan dunia → tujuan ke luar.

Pernyataan yang termasuk fungsi adalah 1 dan 3.

Jawaban: D. 1 dan 3

Mengapa pilihan lain kurang tepat:

  • A. 1 dan 2 — Pernyataan 2 adalah tujuan ke dalam, bukan fungsi. Frasa "bangsa Indonesia ingin mewujudkan" adalah tanda tujuan.
  • B. 2 dan 4 — Keduanya adalah tujuan (ke dalam dan ke luar), bukan fungsi. Soal meminta yang termasuk fungsi.
  • C. 1, 2, dan 3 — Pernyataan 2 adalah tujuan, bukan fungsi. Menyertakannya membuat pilihan ini keliru.
  • E. 2, 3, dan 4 — Hanya pernyataan 3 yang fungsi; pernyataan 2 dan 4 adalah tujuan. Pilihan ini melewatkan pernyataan 1 yang juga fungsi.
Soal 7
Perhatikan dua pernyataan berikut: **Pernyataan X:** "Wawasan nusantara bertujuan untuk mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh sehingga bangsa Indonesia mampu menghadapi segala ancaman." **Pernyataan Y:** "Wawasan nusantara berperan sebagai landasan visional bagi ketahanan nasional, sehingga strategi ketahanan harus dibangun di atas cara pandang bahwa Indonesia adalah satu kesatuan yang utuh." Klasifikasi yang TEPAT sekaligus penjelasan mengapa Pernyataan X keliru adalah...
Pembahasan

Kata kunci penentu ada pada pemahaman tentang posisi ketahanan nasional: apakah ia fungsi, tujuan, atau sesuatu yang lain sama sekali dalam kerangka wawasan nusantara?

Analisis Pernyataan X:

  • "Bertujuan untuk mewujudkan ketahanan nasional" → frasa "bertujuan untuk mewujudkan" adalah tanda tujuan. Namun konten "ketahanan nasional" bukan tujuan wawasan nusantara.
  • Ketahanan nasional adalah fungsi wawasan nusantara — salah satu dari empat fungsi resmi (wawasan ketahanan nasional). Tujuan wawasan nusantara hanya dua: ke dalam (persatuan dan kesatuan) dan ke luar (perdamaian dan kesejahteraan dunia). Ketahanan nasional tidak masuk kategori tujuan.
  • Pernyataan X keliru bukan hanya soal kata kerja, tapi karena salah mengkategorikan ketahanan nasional sebagai tujuan.

Analisis Pernyataan Y:

  • "Berperan sebagai landasan visional" → tanda fungsi. Konten: ketahanan nasional berada di bawah wawasan nusantara secara hierarkis. Ini benar — wawasan nusantara (visional) melandasi ketahanan nasional (konsepsional).

Jawaban: C. X keliru karena ketahanan nasional adalah fungsi wawasan nusantara, bukan tujuannya — Y benar karena menggambarkan hubungan hierarkis yang tepat antara keduanya

Mengapa pilihan lain kurang tepat:

  • A. — Menyebut X sebagai "fungsi" yang hanya salah kata kerja. Padahal masalahnya lebih dalam: ketahanan nasional bukan tujuan, ia adalah fungsi. X bukan fungsi yang dikalimatkan salah — X memang salah secara substansial.
  • B. — Mengklasifikasikan X sebagai "tujuan ke luar." Ketahanan nasional bukan tujuan ke luar (yang berbicara tentang kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia) maupun ke dalam. Ia adalah fungsi.
  • D. — X tidak benar. Menyatakan ketahanan nasional sebagai tujuan adalah kekeliruan konseptual yang sering muncul sebagai jebakan di SKD.
  • E. — Keliru. Ketahanan nasional bukan sepenuhnya terpisah dari wawasan nusantara — ia justru berada dalam satu hierarki doktrinal. Wawasan nusantara melandasi ketahanan nasional sebagai landasan visionalnya.
Soal 8
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut tentang tujuan wawasan nusantara: 1. Mewujudkan persatuan dan kesatuan yang serasi dalam segenap aspek kehidupan nasional 2. Ikut serta mewujudkan kebahagiaan, perdamaian, dan kesejahteraan seluruh umat manusia 3. Mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh agar bangsa Indonesia mampu mempertahankan keberadaannya 4. Menjaga keutuhan wilayah NKRI dari segala bentuk ancaman dan gangguan Pernyataan yang BENAR tentang tujuan wawasan nusantara adalah...
Pembahasan

Jebakan utama soal ini ada di pernyataan 3 dan 4. Keduanya terdengar seperti tujuan karena menggunakan kata "mewujudkan" dan "menjaga" — tapi keduanya bukan tujuan resmi wawasan nusantara.

Evaluasi setiap pernyataan:

  • Pernyataan 1Benar. Ini adalah rumusan resmi tujuan ke dalam wawasan nusantara: persatuan dan kesatuan yang serasi dalam segenap aspek kehidupan nasional.
  • Pernyataan 2Benar. Ini adalah rumusan resmi tujuan ke luar wawasan nusantara: ikut serta mewujudkan kebahagiaan, perdamaian, dan kesejahteraan seluruh umat manusia.
  • Pernyataan 3Salah. "Ketahanan nasional yang tangguh" adalah fungsi wawasan nusantara (wawasan ketahanan nasional), bukan tujuannya. Ketahanan nasional adalah peran yang dijalankan wawasan nusantara, bukan hasil akhir yang ingin dicapai. Tujuan wawasan nusantara hanya dua: ke dalam dan ke luar. Penggunaan kata "mewujudkan" di pernyataan ini menjebak — kata itu sendiri tidak otomatis menjadikannya tujuan.
  • Pernyataan 4Salah. "Menjaga keutuhan wilayah dari ancaman" lebih tepat dikategorikan sebagai fungsi wawasan pertahanan dan keamanan, bukan tujuan wawasan nusantara. Tujuan tidak berbicara tentang respons terhadap ancaman, melainkan tentang kondisi ideal yang ingin diwujudkan.

Tujuan wawasan nusantara hanya dua: ke dalam (pernyataan 1) dan ke luar (pernyataan 2).

Jawaban: B. 1 dan 2

Mengapa pilihan lain kurang tepat:

  • A. 1, 2, dan 3 — Pernyataan 3 adalah fungsi (wawasan ketahanan nasional), bukan tujuan. Meski kata "mewujudkan" ada di sana, substansinya adalah peran, bukan hasil akhir yang hendak dicapai.
  • C. 1, 2, dan 4 — Pernyataan 4 adalah fungsi wawasan pertahanan dan keamanan, bukan tujuan. "Menjaga dari ancaman" adalah peran, bukan kondisi ideal yang ingin diwujudkan.
  • D. 2, 3, dan 4 — Menyertakan dua pernyataan yang bukan tujuan dan melewatkan pernyataan 1 yang merupakan tujuan ke dalam.
  • E. 1, 2, 3, dan 4 — Wawasan nusantara hanya memiliki dua tujuan resmi. Pernyataan 3 dan 4 adalah fungsi, bukan tujuan.
Soal 9
Seorang peserta diskusi menyampaikan argumen: "Ketahanan nasional seharusnya dikategorikan sebagai tujuan wawasan nusantara, bukan sekadar fungsi. Alasannya: tujuan ke dalam wawasan nusantara adalah persatuan dan kesatuan — dan persatuan sejati tidak mungkin terwujud tanpa ketahanan nasional yang kuat. Jadi ketahanan nasional adalah kondisi yang ingin dicapai, bukan sekadar peran yang dijalankan." Bantahan yang PALING TEPAT terhadap argumen tersebut adalah...
Pembahasan

Jebakan soal ini: argumen peserta diskusi terdengar logis — "persatuan tidak bisa terwujud tanpa ketahanan, jadi ketahanan adalah tujuan." Kelemahan argumen ini ada pada pencampuran antara sarana/mekanisme dan tujuan akhir.

Analisis:

  • Perbedaan mendasar fungsi vs tujuan: tujuan adalah kondisi akhir yang ingin dicapai — rumusannya menggambarkan keadaan yang diharapkan terwujud. Fungsi adalah peran yang dijalankan — menggambarkan bagaimana wawasan nusantara digunakan sebagai alat atau landasan.
  • Tujuan wawasan nusantara ke dalam adalah "persatuan dan kesatuan yang serasi" — ini adalah kondisi akhir yang dibayangkan. Ketahanan nasional adalah mekanisme strategis yang digunakan untuk menjaga agar kondisi itu bisa terwujud dan bertahan.
  • Kekeliruan argumen peserta: ia mencampurkan "syarat terwujudnya tujuan" dengan "tujuan itu sendiri." Ketahanan nasional adalah syarat, bukan tujuan. Banyak hal bisa menjadi syarat terwujudnya persatuan — itu tidak otomatis menjadikannya tujuan.
  • Dalam hierarki doktrinal: wawasan nusantara (visional) melandasi ketahanan nasional (konsepsional/strategi). Ketahanan nasional adalah instrumen di bawah wawasan nusantara, bukan hasil yang dikejar oleh wawasan nusantara.

Jawaban: D. Argumen itu salah — ketahanan nasional adalah fungsi (peran yang dijalankan wawasan nusantara), bukan tujuan; tujuan berbicara tentang kondisi akhir yang ingin dicapai bangsa, sedangkan ketahanan nasional adalah mekanisme atau landasan strategis untuk mencapainya

Mengapa pilihan lain kurang tepat:

  • A. — Menerima argumen yang keliru. Ketahanan nasional bukan kondisi ideal yang ingin dicapai melalui wawasan nusantara — ia adalah landasan strategis di bawah wawasan nusantara.
  • B. — Terlalu mutlak dan juga keliru. Ketahanan nasional sangat berkaitan dengan wawasan nusantara — ia adalah salah satu fungsinya. Masalahnya bukan ketidakberkaitan, melainkan salah kategori (bukan tujuan).
  • C. — Konsep "tujuan antara" tidak dikenal dalam doktrin wawasan nusantara. Membuat kategori baru ini hanya mengaburkan perbedaan fungsi dan tujuan yang sudah jelas.
  • E. — Ketahanan nasional bukan asas wawasan nusantara. Enam asas wawasan nusantara adalah: kepentingan yang sama, keadilan, kejujuran, solidaritas, kerja sama, dan kesetiaan.
Soal 10
Seorang peserta pelatihan menyusun daftar "empat fungsi wawasan nusantara" sebagai berikut: 1. Wawasan pembangunan nasional 2. Wawasan persatuan dan kesatuan 3. Wawasan kewilayahan 4. Wawasan ketahanan nasional Manakah yang TIDAK TEPAT termasuk dalam daftar fungsi wawasan nusantara di atas?
Pembahasan

Jebakan soal ini ada di dua arah: pilihan C terkesan masuk akal karena KN memang "doktrin terpisah," dan pilihan E terkesan aman karena peserta tidak yakin apakah "persatuan dan kesatuan" termasuk fungsi atau bukan.

Analisis empat fungsi wawasan nusantara yang resmi:

  • (1) Wawasan pembangunan nasional — Benar sebagai fungsi. WN menjadi landasan dan pedoman dalam penyelenggaraan pembangunan agar mencerminkan pemerataan di seluruh wilayah Indonesia.
  • (2) Wawasan persatuan dan kesatuanBukan fungsi — ini adalah tujuan ke dalam WN. Tujuan ke dalam wawasan nusantara adalah "terwujudnya persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional." Memasukkannya sebagai fungsi adalah kesalahan kategorisasi yang sering terjadi karena persatuan tampak seperti "peran" yang dijalankan WN — padahal ia adalah kondisi akhir yang ingin dicapai.
  • (3) Wawasan kewilayahan — Benar sebagai fungsi. WN menjadi landasan dalam penetapan, pemeliharaan, dan penegakan batas-batas wilayah Indonesia. Adanya UU tersendiri tidak menghilangkannya sebagai fungsi.
  • (4) Wawasan ketahanan nasional — Benar sebagai fungsi. WN menjadi landasan dan arah bagi upaya mewujudkan ketahanan nasional. KN memiliki doktrin sendiri, tapi tetap tercantum sebagai salah satu fungsi WN.

Yang tidak tepat masuk daftar fungsi adalah (2) — karena persatuan dan kesatuan adalah tujuan, bukan fungsi WN.

Jawaban: D. (2) — wawasan persatuan dan kesatuan bukan fungsi wawasan nusantara, melainkan tujuan ke dalam

Mengapa pilihan lain kurang tepat:

  • A. — Wawasan pembangunan nasional memang adalah fungsi resmi WN, bukan tujuan. Menyebutnya sebagai tujuan adalah kekeliruan.
  • B. — Keberadaan UU kewilayahan tidak membuat wawasan kewilayahan hilang sebagai fungsi WN. UU dan doktrin adalah dua hal yang berbeda.
  • C. — Wawasan ketahanan nasional tetap merupakan fungsi WN meskipun KN adalah doktrin dengan hierarki tersendiri. Fungsi WN dan status doktrinal KN bisa berkoeksistensi — justru karena WN melandasi KN.
  • E. — Keempat nomor tidak semuanya benar sebagai fungsi WN. Nomor (2) adalah tujuan, bukan fungsi.